Bengkulu Butuh Jalur Alternatif
- U-Report
Syukurnya, sejak beberapa bulan terakhir ini kondisi jalan sudah bagus dan mulus. Tidak seperti beberapa tahun silam, kondisi jalan buruk banyak lubang. Hanya saja, kerawanan akan terjadinya longsor dan kecelakaan tunggal mobil besar masih menjadi ancaman terbesar. Apalagi di musim hujan seperti sekarang ini.
Seperti yang terjadi pada Sabtu, 30 Januari 2015 lalu, sebuah mobil tronton terjerembab hingga melintangi jalan. Akibatnya, hingga Minggu 31 Januari 2015 perjalanan menjadi macet total hingga puluhan kilometer. Pengendara harus mengantre hingga 3 jam lebih, karena pihak kepolisian terpaksa melakukan buka tutup jalan. Bahkan sebelumnya, kendaraan-kendaraan besar seperti bus dan truk-truk sama sekali tidak bisa melintas. Baru keesokkan harinya bisa melintas, karena posisi truk tronton baru bisa digeser sedikit, tetapi tetap saja belum dievakuasi.
Saya termasuk orang yang berada di kemacetan tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana kalau seandainya ada orang sakit yang membutuhkan rujukan segera ke rumah sakit provinsi. Rumah sakit yang sering melakukan rujukan ke rumah sakit Provinsi Bengkulu itu adalah Rumah Sakit Curup, Rejang Lebong, dan Rumah Sakit Kepahiang. Termasuk juga ketika harus melakukan rujukan ke rumah sakit pusat di Jakarta sehingga harus menggunakan pesawat terbang. Belum lagi persoalan mereka yang sudah terlanjur memesan tiket pesawat menuju Jakarta karena ada urusan mendesak. Tentu sangat merugikan sekali.
Namun sayangnya, jalur darat dari arah timur Provinsi Bengkulu hanya itu satu-satunya. Meskipun sudah sering terjadi longsor, pohon tumbang, dan lakalantas yang mengakibatkan kemacetan panjang namun hingga saat ini belum ada upaya membangun jalur alternatif lainnya yang membuat pengendara menuju dan dari Kota Bengkulu bisa segera dialihkan. Kalau pun ada jalan lain yaitu dari kecamatan Hujan Mas, Kabupaten Kepahiang - Susup - Lubuk Unen – Lubuk Sini – Bajak I kondisi jalannya sangat memprihatinkan dan tidak semua kendaraan bisa melintasi jalur tersebut karena rusak parah dan belum dibangun maksimal.
Menurut mereka yang pernah melintasi jalur tersebut, kedaan jalan sangat rusak, banyak lubang dan berbatu. Tentu saja mereka yang belum mengetahui persis medan jalan tersebut sangat khawatir dan tetap memilih jalur gunung. Karena itu, sebagai warga Bengkulu saya sangat berharap Pemerintah membangun jalur alternatif menuju kota Bengkulu dari arah timur provinsi Bengkulu. Karena jalan yang baik dan lancar juga akan berpengaruh terhadap perekonomian Bengkulu. Belum lagi jika ada urusan yang sangat mendesak.