Pengalaman Mistis yang Tak Terlupakan
- U-Report
Pas bertemu saya di tempat kos-nya, Okada menceritakan runut kejadian-kejadian yang lumayan bikin saya pusing. Jadi ceritanya, pada malam ketika dia terkena gegar otak itu dia mimpi buruk. Dia bermimpi menusuk-nusuk perempuan memakai pisau dan ketika Okada bangun, dia melihat seorang nenek berambut panjang warna putih dan bermata merah keluar dari toilet yang letaknya ada di kamar Okada.
"Itu loe sadar enggak? Atau cuma ilusi karena loe baru bangun dari tidur?" tanya saya. Soalnya saya juga sering kalau habis bangun tidur kayak ngelihat mantan saya, tapi setelah kucek-kucek mata baru saya sadar kalau itu gagang sapu. "Asli, San. Gue yakin benar sama apa yang gue lihat. Dia lama banget mandanngin gue di toilet dan kita sempat saling berpandangan. Apalagi kata Ustaz yang meriksa rumah gue, pusatnya memang ada di toilet kamar gue itu."
Sambil penuh ketakutan, Menurut cerita Okada dia langsung bergegas ke kamar ibunya gara-gara penampakkan The Red Eye (si mata merah) itu. Nah, saat Okada masuk ke kamar Ibunya, tiba-tiba Okada melihat si Red Eye menampakkan diri di cermin kamar ibunya itu. Tidak berapa lama setelah kejadian itu, Okada langsung pingsan dan kepalanya membentur lantai sehingga menyebabkan dirinya harus diopname.
Meskipun Okada sekarang sudah sering tidur di kos, tapi dia masih enggak berani tidur sendiri. Minimal harus ada teman yang menemani, karena menurut dia si Red Eye sering datang dan muncul tiba-tiba di kos-nya. Tapi selama saya ke sana semua normal-normal saja dan tidak pernah ada insiden mistis atau aura negatif. Dan saya pikir kejadian mistis ini sudah selesai. Tapi ternyata saya salah. Benar-benar salah.
Dua minggu kemarin, saya janjian mau ke kos-nya Okada. Saya mau ke sana bareng dengan teman perempuan saya yang kebetulan mau cari kos di daerah itu. Kebetulan Okada sudah 5 tahun ngekos di sana, jadi dia pasti tahu mana kos yang representatif dan kos yang rawan. Ketika saya sampai di sana, di kamar kos-nya, Okada sedang bersama temannya yang kebetulan saya juga sudah lumayan kenal. Kita panggil dia Brandon.