Mentega Tengkawang dari Bengkayang
Disela-sela kegiatan penyerahan bantuan peralatan pembuatan produk buah tengkawang, ibu-ibu Desa Sahan, Kabupaten Bengkayang, dilatih membuat turunan produk buah tengkawang seperti pembuatan es krim, roti, dan mentega.
Deman Huri dari LPS-AIR dalam sambutannya mengatakan, “Sebelumnya kami telah membantu pusat pelatihan, pabrik, dan tempat workshop untuk kelompok petani Tengkawang Layar dari Seakologi, Amerika Serikat. Kami sangat menghargai perjuangan masyarakat Dusun Malayang, Desa Sahan dalam mempertahankan kawasan hutan adatnya. Sekarang hutan adat Pangajid menjadi pusat penelitian tumbuhan shorea tingkat nasional, perguruan tinggi seperti Universitas Tanjungpura, IPB, dan UGM.” jelas Deman.
Deman juga menjelaskan kalau tumbuhan pohon tengkawang di Bengkayang sangat unik. Kalau di tempat lain berbuah empat tahun sekali, tapi di Bengkayang setiap tahun berbuah. Bahkan ada yang enam bulan sekali berbuah.
Pohon tengkawang merupakan pohon iconic Kalimantan. Sekarang keberadaannya di beberapa tempat sudah langka. Di Desa Malayang tetap dijaga dengan baik keberadaannya. “Pohon ini menjadi salah satu pohon yang mampu menjaga sistem hidrologi di Desa Sahan sehingga sumber-sumber airnya sangat bersih. Maka keberadaan pohon tengkawang harus dijaga dan ditingkatkan dengan menanam pohon tengkawang,” kata Deman.
Damianus Nadu, ketua kelompok tani Tengkawang Layar mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan peralatan dari Universitas Tanjungpura dan LPS-AIR. Kami akan memanfaatkan peralatan ini dengan baik. Ini merupakan penghargaan orang luar kepada kita, masyarakat Dusun Malayang, Desa Sahan yang telah mempertahankan kawasan hutan adat Pangajid. Dulu kami membuat mentega tengkawang secara manual, dengan bantuan mesin ini kami akan lebih cepat membuat mentega tengkawang.”
Nadu menambahkan, "Kami akan terus menanam pohon tengkawang agar semakin banyak pohon tengkawang, dan menyarankan kepada warga agar menanam pohon tengkawang di ladang-ladang mereka". (Tulisan ini dikirim oleh Deman Huri, Direktur Eksekutif LPS-AIR)