Wahai Orang yang Tidak Berpuasa, Hormatilah Bulan Ramadan
- U-Report
Mereka tidak hanya berjualan untuk menutupi kebutuhan rumah tangga, mereka mendapat tempat khusus dari Tuhannya, entah dalam bentuk apa nanti, karena telah menyediakan menu berbuka puasa dan sahur tepat pada waktunya. Nasi telah jadi bubur. Pencuri telah dibela dan dihormati. Orang yang tidak puasa semestinya sadar diri bahwa dirinya belum termasuk ke dalam golongan orang-orang beriman sebagaimana telah tertulis dengan jelas dalam Alquran.
Saya tidak meminta untuk menghormati kami yang sedang berpuasa. Tetapi hormatilah bulan Ramadan yang penuh berkah dan ampunan. Kehidupan modern yang berlandaskan hak asasi manusia terus mengerus kepintaran manusia. Entah siapa yang sebenarnya harus dihormati dan entah siapa yang sebenarnya bersalah.
Petugas negara yang bergaji sedikit dicecar dengan hujatan karena menumpas seorang nenek yang sedang berjualan di tengah hari bulan Ramadan. Si nenek kemudian dapat belas kasihan dari banyak orang termasuk pejabat negeri ini. Mental mana yang mesti diluruskan jika kejadian telah demikian?
Pengalaman mengajarkan banyak hal. Karena si nenek bebal maka nenek-nenek lain akan membuka warung makan mereka di hari-hari lain. Berharap ratusan juta masuk ke kantongnya. Kemudian, bagaimana dengan bulan Ramadan? Sudikah kita melihatnya tersedu karena perilaku umat yang melenceng?
Orang yang tidak puasa, jika lapar maka akan mencari tempat aman dan tersembunyi untuk makan. Jika tidak mau menghormati orang-orang yang sedang berpuasa maka hormatilah bulan puasa. Orang yang tidak puasa jangan menyusahkan orang lain dan mengais iba karena bisikan nafsu semata.
Orang yang tidak puasa urus saja urusanmu, jangan sangkut paut dengan urusan orang lain. Jika sudah begini kacaunya. Masihkah kita perlu menghormati orang tidak berpuasa? Bagaimana dengan kita yang sedang puasa? Adakah yang menghormati lagi? (Tulisan ini dikirim oleh Bairuindra)