Menantu Idaman Ibu

Ilustrasi wanita.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Siang yang cerah dengan hantaman angin sepoi-sepoi hantarkan perbincangan santai tapi serius antara aku dan ibu. Kami berdua sedang menikmati siang itu dengan menonton televisi dan berbincang mengenai masa depanku. Lebih tepatnya seseorang yang pas untuk mendampingi hidupku.

img_title Ikut Geruduk Kemenag, Menantu Habib Rizieq Minta Yaqut Minta Maaf

Tanpa seorangpun yang mengganggu, membuat perbincangan berjalan khusyuk dalam mendiskusikan masalah menantu atau calon yang ideal untuk menjadi istriku kelak. Perbincangan tersebut berawal dari pertanyaanku yang berhubungan dengan calon istri. Aku bertanya, “Apakah boleh impianku untuk mempunyai istri yang berasal dari luar Madura, lebih-lebih luar provinsi Jawa Timur?”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ibu hanya menarik bibirnya sedikit untuk memperlihatkan senyumannya sebelum menjawab pertanyaan yang sudah kulontarkan dengan mimik muka yang begitu serius. Ia menjawab, “Yang dekat kenapa? Nanti kalau jauh-jauh lalu ada keperluan, mungkin hanya mak dan bapakmu yang bisa datang, melihat perekonomian kerabat-kerabat kita. Sebenarnya, ibu bukan tidak memperbolehkan, tapi kalau bisa cari yang dekat-dekat saja.” Perbincangan pun berlanjut, ibu menambahkan dengan mengatakan bahwa tindakan itu bisa diambil olehku, jika istriku kelak bisa dibawa ke Madura, karena aku hanyalah anak satu-satunya.

img_title Menantu Habib Rizieq Bebas dari Penjara

Ibu juga mengingatkan persyaratan kepadaku, bahwa aku harus sudah menyelesaikan duniaku di bidang pendidikan. Ia mengatakan minimal aku harus lulus Strata 2 (S2), baru aku boleh melanjutkan untuk menikah. Batas waktu ini memang harus, tapi jika nantinya hanya akan melahirkan suatu hal negatif ketika menjalankannya, ia memperbolehkanku untuk menikah lebih awal sebelum waktu yang sudah ditentukan.

Contoh-contoh orang yang menikah setelah S2 sangat banyak menghentak telinga ini. Tanda hasrat yang cukup besar untuk membuat aku lebih matang terlebih dahulu sebelum menjalani hidup yang sesungguhnya. “Karena, hidup itu tidak semudah membolak-balikkan tangan. Nanti kau akan tahu dengan sendirinya, saat sudah tiba waktunya,” tambah ibuku dengan nada sangat berharap.

img_title Usai Menderes Pohon Tuak, Jhonni Tega Bacok Anak dan Menantu

Tak terlepas juga kriteria yang sebenarnya ibu impikan disampaikannya pada momen tersebut. Ia tidak butuh wanita cantik, wanita kaya, atau wanita berkarier, akan tetapi yang ia inginkan adalah wanita yang religius dan mementingkan akhiratnya ketimbang duniawi. Sorotan matanya saat bercerita menunjukkan keseriusan atas omongan dan pesan bagiku untuk mencari calon pendamping.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut