Mualim, Ahli Reparasi Barang Elektronik Lulusan SD
- U-Report
Setelah mengusai ilmu elektronika, Mualim lalu membuka sendiri bengkel elektronik kecil-kecilan. Awalnya dibuka di bawah tenda sederhana di tepi jalan. Tapi kerap kena operasi aparat, terpaksa berpindah-pindah. Itu membuat pelanggannya bingung dan banyak lari ke bengkel lain. Jika begini terus tak akan punya pelanggan, pikir Mualim.
Lantas dia memberanikan diri membuka lapak kaki lima di kompleks Pasar Sleko-II, Pati. Sejak itu bengkel elektronik Mualim mulai punya langganan. Lama-lama jumlahnya banyak, hasil yang didapat pun bertambah. Akhirnya Mualim dapat membeli kios cukup luas dan pantas di kompleks pasar itu yang kini ditempatinya untuk bekerja sehari-hari.
"Menjelang hari-hari besar seperti Idul Fitri, Natal, atau Tahun Baru, berdatangan orang membawa barang elektronik rusak minta diperbaiki. Hasilnya yang saya dapat sehari bisa Rp 300.000," tandas pria yang punya tiga anak lelaki, tapi belum dikaruniai cucu ini saat mengakhiri obrolannya. Jika semua bersikap seperti Mualim, mungkin tidak ada pengangguran di negeri kita. (Tulisan ini dikirim oleh Heru Christiyono Amari, Pati, Jawa Tengah).