Semua Berkat Nenek
- Pixabay/Julim6
Kalau minta uang saku atau uang jajan, aku selalu minta kepadanya. Terkadang aku suka diberi lebih. Saat aku bertanya kepadanya, “Ini banyak kali Nek, untuk apa banyak-banyak?” Beliau hanya menjawab, “Kan bisa ditabung,” dengan senyum yang tulus. Itupun nenek memberiku lebih tanpa sepengetahuan kakek dan anggota keluargaku lainnya, termasuk kedua orangtuaku.
Hingga duduk di bangku kelas 3 SMP, aku tinggal bersama kakek dan nenek. Aku yang merasa jauh dari kedua orangtuaku meminta untuk tinggal bersama mereka dahulu. Memasuki masa-masa SMK, akhirnya aku tinggal bersama kedua orangtuaku. Hingga suatu saat, kami sekeluarga mendengar kabar bahwa nenek jatuh sakit. Aku jelas saja panik, hanya aku diminta untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya karena nanti malah akan mengganggu aktivitas sekolahku.
Setelah hampir 5 tahun nenek keluar masuk rumah sakit, akhirnya nenek pergi meninggalkanku ketika aku berumur 19 tahun. Nenekku memang sudah tidak ada lagi, tapi aku selalu yakin nenek selalu melihat dan menemani ke mana pun aku pergi. Karena sosok nenek masih sering muncul di dalam mimpi ketika aku sedang terlelap tidur.
Terima kasih nenek. Terima kasih atas semua yang telah engkau berikan kepadaku. Dan sekarang aku ingin meraih kesuksesan untukmu. Agar aku bisa dikenal oleh banyak orang di Indonesia maupun di seluruh dunia. (Tulisan ini dikirim oleh Ridho Adha Arie, Pekanbaru)