Saat-saat Kepergian Ayah untuk Selamanya
- U-Report
 Aku pun langsung menuju ke RS UKI. Kakak, mama dan ayah ternyata belum tiba. Aku menunggu dan saat mereka tiba, kakakku keluar terlebih dulu dan bilang kalau ayah sudah meninggal. Kemudian mamaku keluar dari mobil dan menangis. Aku menangis dan memukul kaca mobil merasa tidak percaya kalau ayahku sudah meninggal.
Saat diperiksa dokter, dokter pun mengatakan kalau ayahku sudah meninggal. Rumah duka RS UKI ternyata penuh dan membuat aku mencari rumah duka lain yang bagus dan kosong. Aku menelepon temanku yang tinggal di cibubur, menanyakan dan meminta tolong untuk mencarikan rumah duka yang kosong di Cibubur.
Puji syukur kepada yang Maha Kuasa, Rumah Duka RSKO Cibubur kosong dan bisa dipakai oleh ayahku. Setelah 2 hari disemayamkan di sana, ayahku pun dikubur di TPU Pondok Rangon. Saat acara pemakaman, seluruh keluarga ayah dan mamaku datang untuk mendoakan dan menaburkan bunga di makam ayah. (Tulisan ini dikirim oleh Victor Alterius Pardomuan Simanullang, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Nasional)