Tidak Ada Pesan Terakhir dari Nenek
- U-Report
VIVA.co.id – Nenek adalah sosok yang sangat aku cintai. Sejak kecil aku diasuhnya hingga aku besar dan dewasa. Nenek juga merupakan sosok yang sangat mencintai dan menyayangi aku dengan sepenuh hati. Semua itu memang dibuktikannya, karena sejak aku lahir saja nenek sangat ingin merawatku. Padahal kedua orangtuaku juga sangat ingin merawatku.
Aku baru menyadari besarnya kasih sayang nenek ketika aku jauh darinya. Saat aku jauh darinya, nenek mendadak jatuh sakit. Padahal ketika aku masih kecil hingga duduk di bangku SMP, nenek masih sehat-sehat saja. Namun ketika aku duduk di bangku SMK dan tinggal bersama kedua orangtuaku, nenek jatuh sakit. Aku tidak menyadari akan kesehatan nenek. Ternyata selama ini nenek menyembunyikan semuanya dariku.
Aku ingat, nenek dulu sering memberiku uang saku tambahan untuk pergi ke sekolah. Membelikan aku baju, celana, dan bahkan nenek sangat sering membelikan aku makanan dan buah-buahan kalau beliau baru pulang dari pasar. Pernah sekali aku dibuat malu olehnya. Nenek datang ke sekolah dan mencariku. Nenek hendak memberiku bekal makanan untuk makan siang. Saat itu aku duduk di bangku kelas 5 SD. Setelah nenek pulang, aku diejek habis-habisan oleh teman-temanku.
Namun tidak penting bagiku apa kata mereka, ejekan, dan hinaan mereka, bagiku tetap nenek adalah orang yang sangat menyayangiku. Pernah juga ketika aku masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar, saat itu aku berhasil khatam Alquran dan nenek datang memberiku gula merah. Kata nenek waktu itu agar aku tidak kecapaian dan tumbang di jalan saat pawai para khatam Alquran.
Saat duduk di bangku SMK, aku memutuskan pergi dan tinggal bersama kedua orangtuaku. Lalu nenek pun jatuh sakit. Di situlah aku sadar kalau aku ini adalah jantung hati nenek. Kalau aku jauh darinya, nenek merasa kesepian. Hari itu masih dalam suasana Lebaran. Nenek jatuh sakit dan masih belum sadarkan diri sama sekali semenjak hari kedua Lebaran.
Lebaran hari kelima, nenek pergi meninggalkanku tanpa memberikan satu pesan apapun untukku. Karena waktu itu aku sedang pergi berkumpul dengan teman-temanku untuk melupakan kesedihan yang sedang aku rasakan. Namun nyatanya, setelah aku pulang ke rumah kakek, kesedihan itu malah bertambah dengan kabar kepergian nenek.