Mbah Leman, Bertahan Hidup dengan Menjadi Tukang Urut
Memang tidak banyak upah yang didapat dari jerih payah yang beliau lakukan sehari-hari. Tapi hebatnya, beliau masih bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Tak hanya itu, meski tak sepenuhnya dari hasil yang dihasilkan sang nenek, beliau juga berhasil merenovasi rumahnya. Yang awalnya sudah tak layak huni, hingga menjadi terlihat bagus.
Sudah 30 tahun beliau menjalani berbagai aktivitas hingga saat ini. Tak banyak keluhan yang terucap dari mulut Mbah Leman. Hanya saja tersirat sebuah harapan untuk dirinya kelak. Beliau meminta kepada Tuhan agar dirinya selalu diberi kesehatan dan dijauhkan dari macam-macam penyakit.
“Ya, kebanyakan kalau sudah tua pasti ada saja penyakitnya. Apalagi Mbah juga sering mengurut, jadi tenaga yang keluar juga banyak. Mbah cuma minta dikasih sehat saja sama Gusti Allah. Biar bisa mengurut dan uangnya bisa dibelikan makanan buat anak dan suami. Kasihan kalau Mbah sakit. Tidak ada yang bisa dapat uang selain Mbah,” jawab sang nenek yang mulai menitikkan air mata.
“Saya juga sering mendoakan Mbah biar sehat terus. Kasihan kalau lihat Mbah. Sudah tua, tapi masih keliling buat cari uang. Apalagi anak-anaknya punya keterbelakangan mental. Yang bisa saya bantu cuma kasih doa saja,” tutur tetangga dekat Mbah Leman.
Kini, Mbah Leman hanya bisa mensyukuri apa yang diberikan oleh Tuhan. Beliau tidak bisa mengeluh dengan keadaan, apalagi memprotes. Yang bisa dilakukan hanyalah terus berdoa dan berusaha. Agar beliau selalu diberi kesehatan, ketabahan, dan kemurahan rezeki oleh Tuhan yang Maha Esa. (Tulisan ini dikirim oleh Al Hafiz dan Wisnu Hadi Kusuma, mahasiswa Fikom, Universitas Pancasila, Jakarta)