Pak Tumiran yang Tak Kenal Lelah

Pak Tumiran dan Syifa
Sumber :

Walaupun usianya sudah terbilang tua, Tumiran terus semangat bekerja setiap harinya. Tak pernah terlintas di pikirannya untuk berhenti bekerja. Dengan penghasilan yang kadang masih dirasa kurang, ia tidak pernah lupa menyisihkan sedikit rezekinya untuk beramal. Tak lupa juga, ia menyisihkan sedikit rezekinya untuk pemugaran makam istri dan anak tercintanya. Begitu besar semangat Tumiran dalam mencari uang demi menyambung hidup, dan untuk membayar sewa makam anak istrinya.

img_title Road to Jepang, Kisah-Kisah Inspiratif Driver Indonesia yang Kini Berkarier di Luar Negeri

Dengan kondisi seperti inilah Tumiran menjalani kehidupan sehari-harinya. Banyak warga yang bersimpati kepadanya, sehingga banyak pula bantuan datang untuk Tumiran. Meskipun begitu, Tumiran tidak besar kepala. Ia hanya bisa berterima kasih kepada warga yang telah bersimpati terhadap dirinya dan tetap merasa harus berjuang mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di usia yang sudah tak lagi muda, banyak harapan yang ingin Tumiran sampaikan. Ia berharap semoga ia selalu diberikan kesehatan dan tidak membebani banyak orang di kondisinya yang sekarang. Cucunya harus bisa sekolah sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Itu adalah harapan terbesar Tumiran untuk cucu tercintanya.

img_title Dari Gagal Jadi Teladan, Perjalanan Rizal Baruna Adji Menginspirasi Generasi Muda Lewat Seragam dan Dunia Digital

Ia mempunyai motivasi penting dalam hidupnya. Yaitu selagi masih kuat dan bisa, maka lakukanlah. Jalani hidup sehari-hari dengan santai, selalu bersyukur, tidak pantang menyerah, dan usaha terus itu adalah kesan dari Tumiran. Kesedihannya hanya bisa ia rasakan sendiri. Keluh kesah yang ia rasakan bukan menjadikan ia orang yang lemah dan putus asa. Usia yang sudah tua bukan penghalang untuk terus bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Tulisan ini dikirim oleh Diandra Yustisia dan Syifa Nur Maulidia, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)

Ilustrasi pensiun.

Konglomerat Ini Punya Harta Rp875 Triliun tapi Tak Memiliki Anak, Begini Nasib Harta Warisannya Setelah Wafat

Kisah Klaus-Michael Kühne berbeda dari banyak konglomerat dunia. Setelah puluhan tahun membangun kerajaan bisnis di sektor logistik, pelayaran, penerbangan hingga…

img_title
VIVA.co.id
5 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut