Jualan Siomay demi Wujudkan Mimpi Anak
Meskipun hanya seorang pedagang siomay, tetapi dia begitu mengerti akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Ia paham bahwa perkembangan dunia tidak dapat dipungkiri akan bertambah maju. Jika anak-anaknya tidak mengenyam pendidikan, maka mereka akan jauh tertinggal di belakang. Ini semua dilakukannya lantaran memang sudah kewajibannya sebagai orangtua untuk menyekolahkan anaknya.
Baginya, tidak gampang menjadi seorang pedagang siomay. Ia harus mampu memutar otak agar hasil dagangannya bisa mencukupi semua kebutuhan hidup. Meskipun hasil dagangannya jika dihitung terlihat banyak, tetapi sebenarnya keuntungan yang didapatkannya tak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.
Sosok beliau sangat menginspirasi saya. Dengan rutinitas yang sebegitu beratnya ia jalani, tetapi tidak pernah ia menyerah. Tidak pernah dia malu dengan pekerjaannya. Karena ia ingin melihat keinginan anaknya terwujud yaitu menjadi seorang jurnalis. (Tulisan ini dikirim oleh Bhisma Cahyaning Putra, mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta)