Perwakilan NGO Se-Indonesia Ikuti Pre Workshop STA

Suasana Pelatihan Pre Workshop Hari Pertama di Hotel Padma Bandung.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Sebanyak 26 utusan NGO Se-Indonesia mengikuti Pre Workshop Short Term Award (STA) Pemerintah Australia di Hotel Padma Bandung, 28-31 November 2016. Pre Workshop ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan persiapan pemberangkatan perwakilan NGO Se-Indonesia melalui kegiatan Organisational Leadership and Management Practice For NGOs Empowering Women 2.

img_title Airlangga Akui Sudah Kantongi Nama Calon Gubernur PFII, Ini Bocorannya

Adapun NGO yang mengikuti kegiatan ini diantaranya ‘Aisyiyah, MPWRI, PEKKA, KPI, LPP, LBH Apik, Komnas Perempuan, PERMAMPU, Migrant Care, TURCH, dan YKS. Yang merupakan utusan peserta dari berbagai provinsi. Seperti Sulsel yang diwakili oleh Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Makassar, Bone, YKPM, Toraja, Jawa Tengah, Aceh, Jawa Timur, Bandung, Jakarta, NTT dan Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan ini sebagai bagian dari penghargaan kepada seluruh Mitra Program Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU). Yaitu program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia dalam menanggulangi kemiskinan kaum perempuan di berbagai pelosok Indonesia dengan beragam isu. Seperti kesehatan reproduksi, perlindungan sosial, pendampingan pekerja rumahan, penguatan parlemen, buruh migran, dan isu strategis lainnya sejak tahun 2012.

img_title Kerja Nyata Jadi Tolok Ukur Organisasi Berkualitas, Angela Tanoesoedibjo Dorong Legislator Hadir untuk Masyarakat

Adapun yang menjadi fasilitator penuh dalam pre workshop ini adalah Tim Sydney Southeast Asia Centre (SSEAC), Profesor Michele, dan Dokter Thushara. Dalam sambutan pembukaannya, Profesor Michele menyampaikan bahwa agenda Pre Workshop ini sebagai persiapan awal bagi seluruh peserta yang akan diberangkatkan ke Australia pada Januari mendatang.

“Pre Workshop ini sebagai kegiatan awal. SSEAC akan memberikan bekal tentang materi kepemimpinan, advokasi serta berbagi informasi apa yang telah dilakukan oleh para NGO selama ini di daerahnya. Termasuk juga memahami sejak dini seperti apa dan bagaimana gerakan perempuan di Indonesia, dan juga mengetahui sejak awal budaya di Australia,” tutur Michele.

img_title Organisasi Mahasiswa Katolik Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam training ini, seperti ketidakmampuan berbahasa Inggris. Karena di Sydney sudah banyak mahasiswa Australia yang bisa berbahasa Indonesia. Mengingat Bahasa Indonesia sudah menjadi salah satu jurusan yang cukup diminati di Universitas Sydney. Selain itu, bahasa yang digunakan selama belajar di kelas salah satunya adalah bahasa Indonesia. Namun, di sini kita tetap akan belajar sedikit pentingnya berbahasa Inggris agar bisa berkomunikasi meski tak sefasih mereka yang menguasainya,” tambah Michele dengan bahasa Indonesia yang sudah cukup fasih.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut