Memandang Laut sebagai Pemersatu Bangsa
- U-Report
Dengan adanya program tol laut, masalah seperti itu tidak akan terjadi karena kapal pengangkut kebutuhan pokok jadwal keberangkatannya sudah ditetapkan. Sehingga tidak terpengaruh dengan sudah penuh muatan atau belum. Masalah yang menyebabkan fluktuasi harga pada sistem pengiriman kapal pengangkut yang ada selama ini.
Di dalam pembangunan jalur tol laut, Kementerian Perdagangan mengimplementasikan sebuah program yang dikenal dengan nama Gerai Maritim. Dengan tujuan utamanya yaitu mengatur dan menjaga keseimbangan harga secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Bahan kebutuhan pokok di Indonesia Wilayah Timur akan dijual dengan harga yang kurang lebih sama dengan harga di Indonesia Wilayah Barat. hanya berbeda tidak lebih besar dari lima persen.
Harga barang kebutuhan masyarakat di Dobo, Tual, Saumlaki, akan sama dengan harga di sentra produksi Surabaya dan kota besar lainnya di Pulau Jawa. Sebagai contoh efek penerapan Gerai Maritim. Sebelumnya telur ayam ras di Maluku dijual seharga Rp 3.000 per butir. Setelah adanya program Gerai Maritim, harganya turun menjadi Rp 2.000 per butir. Contoh lain bahan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Seperti gula, yang tadinya dijual seharga Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per kg kini turun menjadi Rp 16.000 per kg.
Turunnya harga ini dimungkinkan dengan adanya subsidi Pemerintah untuk pengiriman barang dalam program tol laut. Untuk diketahui, sebelumnya biaya pengiriman barang dari Jakarta-Jayapura dapat mencapai Rp 43-45 juta per kontainer per satu kali perjalanan. Untuk mendukung program Gerai Maritim, Pemerintah telah memberikan subsidi kepada Arpindo sebesar sekitar Rp 23 juta per kontainer. Yang berdampak pada turunnya biaya pengiriman dan secara signifikan menurunkan harga jual barang di tempat tujuan.
Tentunya hal ini harus didukung dengan kerjasama dari pihak pedagang setempat. Untuk tidak melakukan manipulasi harga demi keuntungan pribadi. Salah satu manfaat yang diharapkan adalah munculnya dorongan yang menggerakkan roda perekonomian secara efisien dan merata. Sebagai negara kepulauan, tol laut dapat menjadi andalan masyarakat di daerah-daerah terpencil.
Meskipun mempunyai komoditas yang berpotensi, namun karena selama ini tidak ada kapal yang melayari banyak potensi daerah-daerah tersebut yang tidak muncul ke permukaan. Tol laut akan memunculkan pusat-pusat pertumbuhan baru yang bergabung menjadi sebuah multiplier effect. Yang akan memberikan kemajuan bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar, kaya dan beragam.