Lebih Fokus pada Revolusi Mental di Tahun 2017
Ketiga, pengaruh lingkungan sekitar dan tontonan yang tidak mendidik bagi anak. Menurut penulis, peran keluargalah yang secara umum untuk saling mengingatkan agar tidak memberikan tontonan yang tidak pantas bagi anak. Kerusakan moral anak terjadi dengan cepat karena meniru perilaku yang dilihat dan didengarnya secara langsung dan dengan cepat ditiru oleh anak. Setiap orang tua harus cepat menyadari hal ini. Karena orang tua merupakan teladan utama bagi si anak sebagai pendidik mental bagi mereka untuk belajar tumbuh dewasa.
Di sinilah poinnya, bahwa peran orang tua sangat penting bagi tumbuh kembang si anak. Namun, secara umum proses perbaikan mental generasi muda tetap harus melibatkan semua pihak. Salah satunya menurut penulis adalah meningkatkan peran pondok pesantren yang telah terbukti memberikan pendidikan agama dan karakter serta mental santri. Sehingga menjadi manusia yang kuat dan tidak mudah menyerah.
Penulis bukan santri pondok, tapi penulis pernah merasakan hidup di lingkungan pondok pesantren. Sikap Pemerintah saat ini adalah memberikan kepercayaan penuh kepada pondok pesantren untuk memberikan pendidikan moral dalam hal perubahan mental anak-anak muda. Terutama yang telah terjerat narkotika serta bagi mereka yang telah dirasuki paham-paham radikalisme.
Penulis juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan Halaqoh Ulama Rakyat yang diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beberapa waktu yang lalu. Salah satu rekomendasi dari kiai dan ulama adalah, “Para ulama siap menjadi bagian dalam mencegah dan memberantas narkoba dan terorisme. Dalam konteks narkoba, pesantren siap menjadi salah satu tempat rehabilitasi narkoba. Sedang dalam hal terorisme, siap mengembangkan dialog Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Serta siap ikut melakukan deradikalisasi terhadap paham-paham dan gerakan yang ada”.
Bukti yang nyata diberikan ulama sebagai bagian dari masyarakat. Mereka hidup di tengah-tengah masyarakat dan memahami segala sisi kehidupan masyarakat. Pondok pesantren bukan berdiri di tengah kota, tapi di daerah pedesaan yang diisi dengan suasana alami dan kultur masyarakat yang masih kuat menjaga tradisi adat dan agama. Sehingga, suasana lingkungan seperti ini sangat tepat menurut penulis untuk membantu mengasah mental generasi muda menjadi lebih baik, cinta tanah air, dan memiliki etika.