Pak Toto dan Peninggalan Kuburan Cina di Depok
VIVA.co.id – Pak Toto adalah salah seorang yang mempunyai banyak cerita mengenai sebuah peninggalan Kuburan Cina yang berada di Jl. Radar Auri No. 44, RT 7 RW 14, Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Banyak orang sering berkunjung ke kuburan ini. Peninggalan ini sering memberikan banyak rasa penasaran karena lokasi pemakaman tersebut.
Usia yang tidak lagi muda, namun cerita dari peninggalan sejarah masih terasa hangat dan patut untuk terus digali. Menurutnya, Kuburan Cina itu dibuka sejak tahun 1975. Sedangkan pada tahun 1976 baru dibuka sebagai tempat pembakaran oleh orang-orang Bombai. Sebuah peninggalan yang mestinya harus diabadikan sebagai penambah wawasan. Kuburan yang terletak di kawasan Kota Depok ini selalu ramai pada saat acara-acara besar seperti hari raya Nyepi dan hari-hari besar lainnya, yang dapat mencirikan toleransi antar agama.
Sejak sakit yang dideritanya, Pak Toto hanya menghabiskan waktunya di rumah saja. Seringkali mengeluh kesakitan jika berjalan maupun berdiri terlalu lama. Seorang istri yang setia mendampingi hingga masa tuanya, membuatnya selalu semangat dalam keadaan apapun.
“Apakah pembakaran mayat di Kuburan Cina ini masih ada, Pak?” Tanya saya saat itu yang penasaran tentang Kuburan Cina itu. “Lama-lama pembakaran di sini dilarang. Disetop oleh Pemerintah dan hanya boleh untuk penguburan saja. Asapnya tidak disukai oleh warga di sini karena bekas pembakaran itu jika mengenai sawah maka tanaman akan langsung mati,” tuturnya, sambil duduk di depan warung miliknya.
Suasana mendung disertai gerimis rintik-rintik tidak mengganggu aktivitas obrolan saya dengan Pak Toto. Cerita yang dia lontarkan begitu berkesan dan mampu menambah wawasan saya. Maraknya aktivitas negatif di Kuburan Cina pada saat malam hari juga dapat ditemui. Salah satunya adalah banyak orang dengan tangan jahil yang sengaja mencorat-coret dinding pemakaman.
Bangunannya memang terlihat sudah sangat tua di zaman modern saat ini. Masyarakat sekitar hanya beberapa yang peduli dengan peninggalan sejarah tempat pembakaran orang Bombai tersebut. Namun, pemandangan indah masih bisa saya rasakan ketika berada di pemakaman yang menurut Pak Toto merupakan pemakaman pertama yang berada di kawasan ini.