Mari Menjaga Laut dari Sampah
- Irwandi
Plastik merupakan sampah yang sulit terurai (non-biodegradable) hingga ratusan tahun. Saat mencemari laut akan bertahan lama. Bahkan saat terurai pun zat-zat pembentuknya menimbulkan racun bagi ekosistem laut.
Sebuah hasil penelitian dari ilmuwan kelautan dari University of Georgia dirilis di Science (science.sciencemag.org). Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa sekitar 4,8 hingga 12,7 juta metrik ton sampah plastik telah memasuki lautan pada tahun 2010. Ini setara dengan kurang lebih antara 4.762.000.000 – 12.700.000.000 kilogram. Jika dibandingkan, beratnya mencapai 1,3 kali berat piramida besar di Giza, Mesir.
Sampah plastik dengan mudah dapat mencapai lautan dan mencemari lautan. Sampah yang dibuang sembarangan, tidak dikelola dengan baik, akan terbawa air hujan ke sungai yang akhirnya sampai ke laut. Selengkapnya daftar 20 negara penyumbang terbesar sampah plastik di lautan adalah sebagai berikut:
China dengan 3,53 juta metrik ton sampah plastik per tahun, Indonesia 1.29 juta, Filipina 0.75 juta, Vietnam 0.73 juta, Sri Lanka 0.64 juta, Thailand 0.41 juta, Mesir 0.39 juta, Malaysia 0.37 juta, Nigeria 0.34 juta, Bangladesh 0.31 juta, Afrika Selatan 0.25 juta, India 0,24 juta, Algeria 0.21 juta, Turki 0.19 juta, Pakistan 0.19 juta, Brazil 0.19 juta, Myanmar 0.18 juta, Maroko 0,12 juta, Korea Utara 0.12 juta, dan AmerikaSerikat 0.11 juta metrik ton.
Indonesia jauh mengalahkan negara India yang memiliki penduduk lebih banyak. Bandingkan penduduk Indonesia yang sekitar 255 juta (2015) menghasilkan 1.29 juta metrik ton sampah plastik. Sedangkan India dengan penduduk yang jauh lebih besar, sekitar 1.2 miliar, hanya menyumbang 0.24 juta metrik ton sampah plastik per tahun.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa peredaran sampah plastik di laut di seluruh dunia akan melebihi jumlah ikan di laut pada 2050 nantiu. Dalam perkiraan secara global, Indonesia akan menghasilkan 1.29 juta ton sampah plastik ke laut setiap tahunnya. Ini membuat Indonesia menjadi Negara penghasil sampah plastik di laut terbesar di dunia bersama Cina, Filipina, dan Vietnam.
Fakta di atas tidak bisa dipungkiri, bahwa Indonesia harus berbenah diri. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan harus dipaksa. Karena selama ini upaya Pemerintah dan masyarakat peduli lingkungan tidak diindahkan. Bahkan ketika telah terjadi banjir beberapa kali, tidak ada kesadaran dari hati untuk mengubah perilaku buruk tersebut.