70 Tahun HMI Berjuang untuk Umat dan Bangsa
Membangun sistem perekonomian yang berpihak terhadap suluruh rakyat Indonesia. Mengembangkan industri dalam negeri, berupaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung energi dan lumbung pangan dunia. Serta menolak masuknya imigran asing yang dapat mengancam kesempatan kerja rakyat Indonesia. Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang berkeadilan, menolak liberalisasi dan politik dinasti. Menolak berkembangnya paham komunis di Indonesia yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan, memerangi peredaran dan penggunaan narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda Indonesia.
Ketua Umum PB HMI juga mengingatkan untuk mewaspadai masuknya ideologi-ideologi asing yang dapat merusak kebhinekaan dan mengancam kestabilan NKRI. “Masuknya ideologi-ideologi asing di bangsa ini merupakan ancaman besar bagi keutuhan NKRI. Perang asimetris menjadi salah satu cara untuk melemahkan kekuatan bangsa ini. HMI memiliki peran penting dalam mencegah paham-paham yang dapat merusak spirit Pancasila, dan menjadi garda terdepan dalam merawat kebhinekaan dengan selalu membawa visi keumatan dan kebangsaan,” ujar Mulyadi P Tamsir.
Di akhir sambutannya, ketua umum PB HMI juga menyampaikan harapan seluruh kader HMI kepada Pemerintah untuk memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional kepada penggagas berdirinya HMI. “Perjuangan dan kontribusi Almarhum Prof Lafran Pane untuk Bangsa Indonesia sangat besar dan tidak perlu diragukan. Maka, besar harapan kami kepada Pemerintah untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada beliau sebagai bentuk penghargaan Negara atas pengabdian diri dan jasa-jasa yang telah ditorehkan di Bangsa ini,” tutup Ketua Umum PB HMI, Mulyadi P Tamsir. (Tulisan ini dikirim oleh Usep Mujani)