UI Kukuhkan Dua Dokter Spesialis Anak Jadi Guru Besar
Prof. Badriul menjelaskan, kondisi kesehatan saat ini sangat erat kaitannya dengan kondisi saluran cerna di awal kehidupan. Mikrobiota sangat berperan dalam mewujudkan kesehatan saluran cerna. Sistem kekebalan tubuh berkembang tidak normal bila saluran cerna tidak dikolonisasi oleh mikrobiota. Kelahiran prematur, bedah caesar, pemberian susu formula, terapi antibiotika terlalu dini, kekurangan gizi, kebersihan bahkan hewan peliharaan merupakan faktor yang dapat menganggu perkembangan mikrobiota saluran cerna bayi.
Saat ini, terminologi yang ada menjadi kelemahan tersendiri bagi masyarakat awam. Semua produk yang mengandung bakteri diberi nama probiotik. Padahal kualitas sebagian besar dari produk tersebut tidak terkontrol karena dikomersialisasikan sebagai suplemen makanan. Meski Â
mikrobiota memberikan hasil positif hanya pada beberapa keadaan, tetapi pada kenyataannya saat ini mikrobiota diberikan kepada berbagai keadaan lain tanpa bukti ilmiah kuat yang mendukung penggunaannya.
Prof.Badriul mengembangkan pemikiran akan intervensi mikrobiota pada awal kehidupan yang mungkin dapat mengubah komposisi mikrobiota saluran cerna pada bayi baru lahir. Serta memberi peluang sebagai pendekatan preventif untuk mengatasi ketidakseimbangan mikrobiota bayi. (Tulisan ini dikirim oleh Rifelly Dewi Astuti, SE, MM, Kepala Humas dan KIP Universitas Indonesia)