Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain Seenaknya

Ilustrasi memahami karakter orang.
Sumber :
  • Pixabay/ Public Domain Pictures

VIVA.co.id – Dalam perjalanan hidup manusia, siapakah yang belum pernah diremehkan oleh orang lain?Begitu pula sebaliknya, siapakah yang belum pernah meremehkan orang lain? Kita semua pasti pernah mengalami keduanya, meremehkan dan diremehkan.

img_title Empat Cara Elegan Hadapi Orang yang Suka Meremehkan

Ketika kita meremehkan orang lain, ada perasaan puas dalam diri kita. Kepuasan itu muncul karena kita bisa membuat orang lain menderita. Kita merasa di atas angin. "Inilah aku! Kamu bukan apa-apa dibandingkan aku! "

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaliknya, ketika kita dalam posisi diremehkan, spotan kita bisa jengkel, marah, benci, frustasi, bahkan apabila proses itu tersebut terus berlanjut menimpa seseorang maka orang tersebut bisa mengalami depresi.

img_title Awal Mula Ustaz Riza Muhammad Dihujat gegara Konten Gym Bareng Pria Berotot

Bagi seseorang, diremehkan bisa sangat menyakitkan bahkan membuat seseorang bisa menderita dan tidak berdaya. Sumber permasalahan pun bisa bermacam-macam, misalnya asal daerah, bentuk fisik, kemampuan intelektual, status sosial-ekonomi, dan sebagainya.

Lalu apa 'manisnya' diremehkan?

img_title Berburu Hadiah Gratis di Mobile Legends, Ini Kode Redeem ML 4 September 2026 yang Bisa Dicoba Hari Ini

Spontan kita akan menjawab, tidak akan pernah ada manisnya diremehkan! Dalam realitas kehidupan kita, ada banyak peristiwa yang merupakan representasi dari sebuah proses ketika meremehkan, sebagaimana dinarasikan dalam kasus misalnya seorang anak lelaki berasal dari desa, tubuhnya relatif hitam, tampangnya juga pas-pasan.

Sewaktu lulus Sekolah Dasar orang tuanya menyekolahkan anaknya di sebuah sekolah favorit di kota. Teman-teman barunya memiliki tampilan yang jauh lebih menawan dari dirinya. Setiap hari di sekolah, si anak desa itu selalu mendapatkan masalah yang meremehkannya. Teman-temannya sering mengatakan "Cah ndeso gaweane mangan telo, opo iso nggarap" (anak desa kerjaannya makan ketela, apa bisa mengerjakan tugas-tugas).

Ditambah lagi "Cah cilik cacingen maneh, kok bercita-cita jadi pilot!" (anak kecil cacingan lagi, kok bercita-cita jadi pilot).

Proses Refleksi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Manusia sebenarnya memiliki kemampuan untuk mengolah seluruh peristiwa yang masuk ke dalam dirinya. Kemampuan mengolah ini pun sangat unik dan dipenuhi oleh misteri. Oleh karena itu, kita bisa menyaksikan orang-orang yang diremehkan terhimpit oleh keadaan dan sangat menderita.

Mereka bisa mengalami stres luar biasa. Di sisi lain, kita juga bisa melihat banyak orang yang diremehkan oleh orang lain, namun orang tersebut bisa mengambil energi emosi yang muncul dalam dirinya untuk tujuan positif.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut