Korupsi Makin Merajalela, Seorang Gubernur Terjerat Lagi
- http://www.blogpakihsati.com
Ini menjadi realita yang tidak bisa dipungkiri oleh kita semua, bahwa sebagian pejabat kita memang masih memiliki krisis moral. Sehingga, mereka menjadikan perbuatan korupsi itu biasa saja, dan menumbuhkan korupsi sampai ke jantung pertahanan terdekat, yaitu keluarga. Karena banyaknya kasus yang bukan hanya menjerat sang pejabat, tetapi juga keluarganya.
Hal ini, tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi bangsa ini. Karena kebiasaan korupsi telah menusuk jantung kehidupan paling dasar, yaitu keluarga. Ini menandakan kita harus betul-betul melakukan introspeksi. Karena, keluarga adalah jantung untuk mewujudkan manusia yang berkualitas.
Tatkala keluarga tidak lagi dapat menciptakan kebiasaan yang baik, bagaimana mau mewujudkan dan menciptakan kualitas manusia yang baik? Karena itu, mari kita melakukan introspeksi diri, agar korupsi ini bisa keluar dari kebiasaan yang dilakukan di lingkungan keluarga.
Momentum puasa ini harus dijadikan latihan diri untuk mencoba keluar dari kebiasaan korupsi. Karena korupsi bisa terjadi pada siapa saja yang memiliki jabatan dan kesempatan. Yang terpenting saat ini adalah menciptakan kualitas manusia yang utuh, yang memiliki moralitas yang kuat, tidak melakukan tindakan sesat yang menguntungkan sesaat dan merusak moralitas bangsa.
Kejadian OTT yang banyak dilakukan oleh KPK di bulan puasa ini menjadi hal yang positif untuk ke depannya. Menekan kebiasaan korupsi dengan menjadikan contoh bahwa begitu orang melakukan korupsi maka penegak hukum akan selalu siap untuk melakukan penindakan.
Semoga dengan adanya kejadian OTT ini dapat menekan budaya korupsi. Walaupun kita menyadari bahwa sesuatu yang telah menjadi kebiasaan akan sulit dihilangkan dalam waktu singkat. Tetapi, KPK dan penegak hukum lainnya memiliki komitmen untuk menekan budaya korupsi dan menyelamatkan uang negara dengan terus melakukan pemberantasan korupsi.
Adanya polemik KPK dengan DPR terkait kasus angket KPK oleh DPR, semoga itu menjadikan momentum untuk memperkuat kelembagaan KPK, dan bukan didasari oleh kepentingan untuk melemahkan KPK. Karena, KPK adalah bagian untuk menghilangkan kebiasaan korupsi yang tentu keberadaannya diperlukan oleh bangsa ini. Polemik ini harus secepatnya diselesaikan dan bangsa ini harus terus konsisten dan fokus menekan korupsi agar tidak merajalela.