Tiga Serangkai, Persahabatanku yang Tak Akan Pernah Terpisah
Kini, sudah hampir bertahun-tahun kami bersahabat. Sudah banyak hal yang kami lalui bersama. Walau kami berasal dari keluarga berbeda, dengan kehidupan yang berbeda. Anul dan Imam yang hidup serba kecukupan, sedangkan aku dalam kesederhanaan. Mereka kuliah, sedangkan aku tidak. Namun, aku tidak peduli akan itu. Malah aku ingin mensejajarkan diriku dengan mereka.
Persahabatan kami kembali harus terpisah. Karena kedua sahabatku ini harus kembali ke rutinitas mereka masing-masing. Anul ke Medan untuk kuliah di Universitas Sumatera Utara dan Imam kuliah di Solo.
Setiap tahunnya, kami selalu mengambil sebuah foto. Dan ketika kami sedang berjauhan, aku suka memandang foto kami bertiga. Begitu indahnya persahabatan kami ini. Walaupun kami jarang bisa berkumpul, tapi aku ingin dan yakin sekali kalau tiga serangkai tidak akan pernah terpisahkan.
Aku ingin kedua sahabatku sukses dengan pendidikan yang sedang mereka tempuh. Mereka juga ingin aku sukses dengan segala usaha dan perjuanganku yang ingin menjadi seorang penulis. Jika kelak kami sudah sama-sama sukses, kami akan berkumpul tanpa harus menunggu bulan Ramadan tiba. Mungkin saja nanti kami bisa berkumpul sesuka hati kami. (Tulisan ini dikirim oleh Ridho Adha Arie, Pekanbaru)