Perlukah Itinerary Saat Traveling?
- U-Report
Saya paling tidak suka mendatangi sebuah lokasi hanya untuk sekadar numpang foto-foto narsis sebanyak-banyaknya dan kemudian dengan gerak cepat mempostingnya di sosmed dan tidak lupa mencantumkan lokasi. Tapi ketika ditanya tentang lokasi tersebut otak blank.
Banyak teman saya punya tipikal yang seperti itu. Sangat bergantung dengan itinerary yang tujuannya ingin bisa mendatangi semua lokasi hanya untuk sekadar foto-foto berlatar belakang objek wisata tersebut. Terkesan sangat terburu-buru, bukan?
Bagi saya, mereka memang mendapat apa yang mereka inginkan. Tapi, sesungguhnya mereka tidak menikmati momen. Sorry to say, kalau saya menyebutnya bukan traveler, tapi selfie seeker. Jika memang kita butuh itinerary saat liburan, itu sah-sah saja. Tapi, jangan sampai itinerary memperbudak kamu atau membatasi gerak gerikmu. Anggaplah Itinerary sebagai reminder saja.
JIka saat itu kamu belum bisa mencapai apa yang ada di dalam itinerary, jangan sedih. Masih ada hari esok atau mungkin liburan berikutnya dimana kamu bisa menjelajahi lokasi yang belum kamu kunjungi itu. Jangan sampai liburan kamu menjadi berantakan hanya gara-gara mood kamu kacau hanya gara-gara itinerary.
Lagi-lagi, pengalaman yang pernah saya alami saat membawa rombongan tur. Saking terfokus pada itinerary, ketika mereka baru tiba di lokasi tujuan, baru saja turun dari bis atau mobil, salah seorang panitia sudah teriak-teriak, “Ingat ya, jatah waktu 30 menit!”. Busyet, ini mau liburan atau jam istirahat anak sekolahan? Bagaimana mungkin bisa menikmati suasana jika waktu yang dijatah cuma 30 menit.
Turun dari mobil saja sudah memakan waktu 15 menit. Belum lagi jalan ke lokasi dan menjelajahi lokasi. Apa kabar tuh itinerary? Akhirnya, jadwal 30 menit yang dikumandangkan molor menjadi 1,5 jam. Karena rombongan yang lain merasa sudah bayar paket tur ini bukan untuk menjalani peraturan yang terlalu ketat. Saya butuh liburan. Buat apa bayar mahal-mahal paket tur kalau tidak bisa menikmati liburan. Nah, loh!
Beberapa poin yang perlu diperhatikan tentang Itinerary, diantaranya itinerary hanyalah sebuah catatan jadwal perjalanan, bukan buku yang wajib dipatuhi dan dijalani. Itinerary tidak bersifat mengikat dan mutlak. Itinerary suatu waktu bisa berubah-ubah sesuai kesepakatan, dan semua yang tertulis di itinerary tidak wajib untuk dikunjungi jika waktu terbatas. (Tulisan ini dikirim oleh baroezy)