Suka-duka Menjadi Seorang Pegangguran

Nabilah eks JKT48
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Obsesiku yang pernah ingin menjadi seorang pengangguran di masa depan baru kusadari akhir-akhir ini, ketika aku sedang menemani mantan pacarku untuk mencari pekerjaan. Kehidupan yang berjalan seperti air yang mengalir tanpa tujuan, juga seperti awan yang berjalan tanpa tujuan di atas langit.  

img_title Jumlah Pekerja Naik 522 Ribu Orang, BPS: Pengangguran Turun Jadi 7,22 Juta Orang Per Mei 2026

Enak dan sukanya menjadi pengangguran, tidak ada yang larangan untuk menggondrongkan rambut, hidup bebas seperti burung di langit, mau tidur jam berapa dan mau bangun jam berapa pun juga tidak ada yang melarang. Duka dan tidak enaknya, terkadang sering kena omel dan ceramah. Padahal aku punya alasan tersendiri karena bangun selalu kesiangan dan tidur suka malam-malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aku tidur malam karena terkadang aku menghabiskan waktuku untuk menulis cerita, lalu tidur dini hari, hingga membuatku harus tidur selama 8 jam. Kurang dari 8 jam pernah. Mungkin bagi mereka yang aku lakukan sangat tidak berguna dan tidak bermanfaat, tapi yang jelas, selama menjadi pengangguran dan aktif menulis cerita, aku menyempatkan waktuku jika mereka meminta bantuan padaku.

img_title Dongkrak Serapan Tenaga Kerja Para Alumni, Universitas Binawan Gadang Kurikulum Berbasis Industri

Sekarang, aku terobsesi untuk bisa pergi ke Jakarta, bertemu Nabilah JKT48 dan motivatorku Raditya Dika, sekalian aku ingin melihat Monas. Aku tidak tahu apakah obsesiku yang satu ini bisa terwujud atau tidak.  (Tulisan ini dikirim oleh Ridho Adha Arie, Pekanbaru)

Ilustrasi Job Fair Nasional.

Angka Pengangguran Indonesia Turun ke 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994

Tingkat pengangguran terbuka Indonesia turun menjadi 4,65 persen pada 2026, terendah sejak 1994. Pemerintah menyoroti penyerapan tenaga kerja dan kualitas pekerjaan.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut