Mahasiswa dan Pemuda Bali Galang Dana untuk Rohingya
Menurut Ilham Affandy Sirait, selaku Koordinator Aksi Kemanusiaan untuk Rohingya di Bali, penggalangan dana yang dilakukan elemen pemuda dan mahasiswa di Bali bukan semata karena persamaan agama yang dianut mayoritas masayarakat Indonesia, tetapi lebih menekankan dari aspek kemanusiaan.
“Aksi ini merupakan aksi kemanusiaan semata, bukan karena persamaan agama yang dianut. Sudah seharusnya kita membantu warga etnis Rohingya yang sedang mengalami tragedi kemanusiaan. Aksi yang kami lakukan berdasarkan Pembukaan UUD 1945 alinea pertama dimana ditekankan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan,” tegasnya.
Dalam penggalangan dana ini terkumpul sebanyak Rp46.091.400. Seluruh dana yang terkumpul akan didonasikan langsung ke lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Selain di persimpangan Jalan Sudirman-Dewi Sartika, kegiatan penggalangan dana ini dilakukan di sejumlah masjid dan musala. Seperti di Masjid Al Ikhlas, Masjid Baiturrahman, Masjid Al Furqan, Masjid Al Ikhlas Bandara Ngurah Rai, Masjid Baitul Ummah,, Masjid As Salam, Masjid Sadar, Masjid Baitul Mukmini, Masjid Ibnu Batutah, Mushalla Al Azmi, Musala Al Amanah GKN Renon, Musala Mandala Darussalam, Masjid Baitul Makmur, dan beberapa masjid serta Musala di Bali.
Sayangnya, sejumlah media ada yang memberitakan kalau kegiatan aksi kemanusiaan ini ditujukan untuk berunjuk rasa kepada Presiden Jokowi yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Pulau Bali dalam waktu yang sama. Padahal nyatanya, aksi ini tidak ada kaitannya dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Bali. (Tulisan ini dikirim oleh Herdian Armandhani, Denpasar)