Mari Lindungi dan Selamatkan Anak dari Kejahatan Seksual

Kegiatan Ruang Inspirasi Happy Parenting.
Kegiatan Ruang Inspirasi Happy Parenting.
Sumber :

VIVA – Tindak pelecehan seksual terhadap anak kian marak belakangan ini. Korban tindak pelecehan seksual tidak lagi hanya anak-anak broken home atau anak jalanan, tetapi juga anak-anak yang berasal dari keluarga utuh dan bersekolah di sekolah elite.

Catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan, angka korban pelecehan seksual terhadap anak semakin tinggi setiap tahun. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat ini mencatat ada 1.000 kasus kekerasan pada anak dalam kurun waktu selama tahun 2016.

Pelaku kejahatan seksual tak memandang lokasi ketika beraksi. Mereka bisa melakukannya di jalanan, di sekolah, bahkan di rumah sendiri. Kejahatan seksual terhadap anak merupakan fenomena gunung es yang saat ini mulai mencair.

Dari survei kekerasan anak Indonesia hasil kerjasama Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), serta sejumlah lembaga pada 2014 ditemukan prevalensi kejahatan seksual pada kelompok laki-laki dan perempuan usia 18-24 tahun tinggi.

Jenis kejahatan seksual sebelum umur 18 tahun yang dialami anak laki-laki sebesar 6,36 persen dan anak perempuan 6,28 persen. Oleh karena itu, untuk menghindari anak dari kejahatan seksual, baik sebagai pelaku maupun korban, orang tua dituntut lebih peka terhadap kondisi sekitar.

Dilatarbelakangi keprihatinan tersebut, Dompet Dhuafa Pendidikan berkolaborasi dengan Komunitas Sekar (Sekolah Keluarga 4 Pilar) menyelenggarakan kegiatan Ruang Inspirasi #HappyParenting dengan mengusung tema Lindungi dan Selamatkan Anak dari Kejahatan Seksual.

Kegiatan #HappyParenting diisi oleh Anggia Chrisanti, S. Psi. Teh Anggia, sapaan akrabnya, merupakan konselor dan terapist DEPTH plus yang tergabung di Biro Konsultasi dan Psikologi WESTRIA. Saat ini, ia menjabat sebagai pimpinan cabang WESTARIA Jakarta dan Bogor, konsultan di Rumah Perlindungan Sosial Anak (Kemensos), serta kontributor kolom psikologi tabloid Bintang Indonesia.