KAHMI di Tengah Pusaran Pragmatisme Politik

Penulis, N Syamsuddin C Haesy.
Sumber :

VIVA – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam atau KAHMI yang sudah menapaki usia lebih dari separuh abad adalah wadah berhimpun alumni Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI yang berkomitmen mewujudkan Insan Cita sebagai  prinsip dasar dalam tujuan HMI. Maknanya, KAHMI merupakan wadah untuk menghimpun kaum intelektual atau insan akademis kreatif, yang ikhlas mengabdi bagi agama, nusa, bangsa, keindonesiaan dan keislaman, wadah intelektual muslim (bernafaskan Islam), insan yang bertanggungjawab kebangsaan atau mewujudkan negara adil makmur yang diridai Allah SWT.

img_title Jokowi di Kongres HMI: Hati-hati, Jangan Salah Pilih Pemimpin!

Selama 51 tahun berkiprah, KAHMI memainkan peran strategis dalam dinamika politik kebangsaan dan politik kenegaraan. Sebagai sumber kader bagi penyelenggaraan negara baik di eksekutif, legislatif, yudikatif, tak terkecuali di kalangan pendidikan tinggi dan eksekutif profesional (Badan Usaha Milik Negara dan swasta), serta kalangan profesi lainnya di berbagai lapangan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada masanya, komunitas alumni HMI yang secara otomatis merupakan anggota KAHMI, dikenal sebagai kader tangguh yang egaliter, visioner, dan mumpuni dalam mewujudkan tanggung jawab profesionalnya masing-masing. Apa yang pernah diangankan oleh pahlawan nasional Lafran Pane (pendiri HMI) dan kawan-kawan, nyaris mewujud sempurna dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

img_title Mahfud MD Unggah Foto Bareng Anies dan JK: Siap Hadir ke Munas KAHMI

Sejumlah alumni, penggerak KAHMI menunjukkan pesona persona luar biasa sebagai kader profesional bersikap modern dan mampu menjadi energi besar. Bahkan hampir di seluruh partai politik. Harmoni keislaman dan keindonesiaan, serta independensi yang ditanamkan sejak masa menjadi anggota HMI, memungkinkan KAHMI menjadi sumber daya sekaligus penggerak (energizer) perubahan. Khasnya dalam konteks proses perubahan politik dan penyelenggaraan negara.

Belakangan peran itu melemah. Meski tak semuanya kehilangan idealisme untuk berkomitmen pada prinsip dasar Insan Cita, banyak alumni HMI, termasuk pengurus KAHMI yang tak berdaya menegakkan amar ma’ruf nahyi munkar. Bahkan menjadi bagian pelaku kemunkaran itu sendiri. Peran besar sebagai bagian dari pemberi solusi atas berbagai persoalan bangsa pun surut. Karena tak sedikit anggota dan bahkan pengurus KAHMI yang menjadi bagian dari masalah bangsa itu sendiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Haris Pertama Ditunjuk Jadi Ketua Bidang KAHMI
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut