Mengutamakan Isu Lingkungan ke dalam Sistem Politik Nasional

Diskusi Panel Politik Lingkungan SIL-UI
Diskusi Panel Politik Lingkungan SIL-UI
Sumber :

VIVA – Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia atau SIL-UI mendorong isu lingkungan menjadi komoditas penting dalam politik nasional. Serta perlunya menggalang kekuatan dan memantapkan posisi Indonesia dalam politik lingkungan global. Hal ini mengemuka dalam Diskusi Panel Politik Lingkungan, Mengarusutamakan Isu Lingkungan ke dalam Sistem Politik Nasional untuk Indonesia Berkelanjutan, yang diselenggarakan di Kampus UI Salemba, Selasa, 28 November 2017.

Diskusi Panel menghadirkan Rachmat Witoelar, utusan khusus presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Ketua Fraksi PKB DPR RI Ida Fauziyah, ekonom Didik J Rachbini, dan Mahawan Karuniasa dosen ilmu lingkungan Universitas Indonesia, yang juga menjadi perwakilan Indonesia di United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Dalam isu perubahan iklim, terungkap bahwa menurut BMKG, pada periode tahun 2032-2040 Indonesia diproyeksikan akan mengalami peningkatan suhu antara 0,6 sampai 1 derajat celcius terhadap tahun 2006-2014. Padahal secara global saat ini suhu sudah naik sekitar 0,61 derajat celcius dibandingkan abad 18 pada masa revolusi industri.

Kondisi ini akan memberikan dampak pada kenaikan air laut, bencana banjir, kekeringan, krisis pangan, dan energi. Di sisi lain, empat provinsi dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi, yaitu di atas 1.000 triliun rupiah, justru memiliki kualitas lingkungan hidup pada tingkat kurang, sangat kurang, dan waspada.

Diskusi ini tentu merupakan upaya mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Namun, hal yang lebih mendasar adalah keprihatinan atas marginalisasi aspek lingkungan maupun dominannya ekonomi jangka pendek dalam pembangunan nasional. “Sudah saatnya pembangunan dilaksanakan dengan secara berkelanjutan, yaitu menjaga kelestarian lingkungan. Di sisi lain tetap menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Tidak hanya untuk saat ini saja, namun untuk generasi mendatang,” ungkap Mahawan Karuniasa.

“Pada prinsipnya, dalam menghadapi isu lingkungan, Indonesia tetap harus menjaga kedaulatan lingkungannya. Seperti dalam menghadapi isu global Sustainable Development Goals (SDGs) maupun perubahan iklim, harus disesuaikan dengan keberagaman dan karakteristik ekologis, sosial, dan perekonomian Indonesia, yang terus perlu diperjuangkan dalam politik lingkungan global.

Oleh karena itu, sudah saatnya isu lingkungan menjadi agenda politik. Sudah saatnya pemahaman lingkungan menjadi salah satu kompetensi komponen politik. Seperti para kader partai, para caleg, para calon pimpinan pusat maupun daerah, serta konstituen,” demikian tambahnya.