Kisah Sukses Penyandang Difabel Jadi Driver Ojek Online

Penyandang difabel jadi driver Go-Jek
Sumber :

"Anak saya harus lebih dari saya. Dengan adanya saya bermitra dengan Go-Jek, saya bisa menabung untuk masa depan anak-anak saya nanti. Ya, jangan sampai seperti bapaknya. Sekolah yang tinggi dan jadi orang berguna untuk orang banyak," ujar pria yang pernah bekerja sebagai penjual rokok, penjual pakan burung, dan penyemir sepatu dengan kursi roda.

img_title Road to Jepang, Kisah-Kisah Inspiratif Driver Indonesia yang Kini Berkarier di Luar Negeri

Dia pun berjanji akan bekerja dengan sepenuh hati menjadi driver Go-Jek yang setiap hari mengangkut penumpang yang berbeda. Keterbatasan, bukan menjadi penghalang baginya untuk bekerja demi orang-orang yang ia cintai. Meskipun dia pernah diprotes oleh keluarga yang memintanya untuk bekerja di profesi yang lain, namun Dede yakin, derajat keluarganya bisa terangkat dengan pekerjaannya saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, selain bekerja sebagai pengemudi ojek online, Dede juga disibukkan dengan kegiatan organisasi yang giat mengawal isu difabel dan kusta. Kelompok Difabel Slawi Mandiri (DSM) merupakan nama organisasi yang diampunya bersama kawan-kawan difabel lainnya.

img_title Dari Gagal Jadi Teladan, Perjalanan Rizal Baruna Adji Menginspirasi Generasi Muda Lewat Seragam dan Dunia Digital

Banyak kegiatan yang ia lakukan bersama rekan-rekan difabel lainnya demi mendapatkan penyamarataan status dengan orang normal. Salah satunya dengan mengadvokasi masyarakat soal pendidikan, identitas, dan kartu sehat yang layak diterima oleh masyarakat yang difabel.

"Di sini banyak kantor yang belum ramah difabel. Masih belum ada perhatian terhadap kaum seperti kita. Itu sering kami suarakan. Kalau untuk pendidikan, kami menyuarakan agar sekolah-sekolah umum itu bisa menerima murid-murid yang difabel. Sedangkan untuk KTP, kami suarakan betul. Karena kalau mereka tidak punya KTP, mereka tidak bisa punya kartu sehat dan tidak terdaftar juga sebagai penduduk Indonesia," jelasnya.

img_title Teladan Inspiratif, Nukila Evanty Berjuang untuk Kesehatan Warga Teluk Sepang

DSM sendiri, Dede menjelaskan, sudah 8 tahun berdiri di Slawi. Dan saat ini memiliki 150 anggota. Tak hanya kegiatan advokasi saja yang ia jalankan bersama rekan-rekannya, namun juga kegiatan rutin lainnya. Seperti sharing sesame anggota difabel, senam, pentas seni, dan pendataan-pendataan.

Baginya, menjadi bagian dari DSM dan Go-Jek, tidak membuatnya lelah dan merasa jenuh. Karena baginya, ketika tubuh dan  pikirannya bermanfaat untuk orang lain utamanya untuk sesama kaum difabel, ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan. "Prinsip saya satu. Meskipun saya seperti ini, tapi saya ingin sekali bermanfaat, berguna buat orang lain. Ketika saya terbatas, saya tidak mau merugikan mereka yang normal," tutupnya. (Tulisan ini dikirim oleh Glien Mourinsie)

Ilustrasi pensiun.

Konglomerat Ini Punya Harta Rp875 Triliun tapi Tak Memiliki Anak, Begini Nasib Harta Warisannya Setelah Wafat

Kisah Klaus-Michael Kühne berbeda dari banyak konglomerat dunia. Setelah puluhan tahun membangun kerajaan bisnis di sektor logistik, pelayaran, penerbangan hingga…

img_title
VIVA.co.id
5 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut