Selamatkan Palestina, Cukupkah Penguasa Hanya Mengutuk?

Warga Palestina di depan masjid Al Aqsa.
Warga Palestina di depan masjid Al Aqsa.
Sumber :
  • REUTERS / Ibraheem Abu Mustafa

VIVA – Meski kita lihat seantero dunia dipenuhi aksi pengutukan terhadap perebutan tanah suci Al Aqsa oleh Donald Trump secara sepihak. Namun, dirasakan keanehan yang luar biasa. Betapa tidak, tanah suci itu yang di dalamnya jelas memiliki keutamaan-keutamaan, tapi tak cukup greget untuk segera mengambil langkah nyata dalam bertindak.

Kita lihat respon penguasa negeri-negeri di sekitar Al Aqsa. Seolah sudah merasa cukup hanya dengan mengutuk atau bahkan malah diam seolah tak melihat, tak mendengar, dan tak merasakan bagaimana porak porandanya wilayah Palestina. Bagaimana menderitanya mereka anak-anak Palestina, kaum perempuan dan lelaki Palestina. Mereka berjuang dengan senjata seadanya, dengan perlengkapan dan makanan yang serba minim. Meski mereka memiliki modal besar yaitu keimanan yang tak tergoyahkan.

Kita lihat bagaimana para penguasa negeri-negeri muslim yang lain itu. Mereka memiliki tentara lengkap yang selalu aktif mereka latih dengan metode kemiliteran yang terbaik. Senjata termutakhir yang sering mereka up date kecanggihannya, dan perlengkapan yang hingga detail selalu mereka teliti hingga hampir tak ada kekurangan berarti.

Namun, apa yang terjadi? Kenapa seolah tak ada niat mereka untuk segera mengirimkan tentaranya? Bahkan, senjata pun seolah tak sudi mereka pasok untuk para mujahid Palestina.

Bantuan makanan dan perlengkapan pun seadanya. Kadang-kadang saja mereka kirimkan. Ironisnya, teroris yang bersembunyi saja dengan sigap bisa mereka tangkap dan habisi. Ini teroris dengan terang-terangan melakukan pengumuman perlawanan, mereka diamkan dan cukup dengan mengutuk atau sekedar dibahas dalam rapat saja.

Apa sebenarnya yang terjadi di tengah kaum muslimin saat ini? Jumlah mereka begitu banyaknya, namun tak ada nyali sedikitpun atau bahkan seolah niat pun tak terlihat untuk bisa memberikan hukuman pada para Yahudi yang telah menghinakan Islam, kaum Muslimin dan tanah kaum muslimin itu.

Inikah yang namanya seperti buih di tengah lautan itu? Berjumlah banyak, namun tak berarti dan tak berpengaruh sama sekali. Lalu, di mana letak membela agamanya?