Mengintip Surga Dunia di Yogyakarta

Pantai Ngedan
Sumber :

Kiranya dua jam sudah perjalanan kami lalui. Setelah salat, kami melanjutkan perjalanan. Satu jam setelahnya kami berhenti lagi. Putus asa rasanya karena tak kunjung menemukan pantai tujuan kami melepas penat.

img_title 60 Komika Bakal Kocok Perut Wisatawan di Hutan Pinus Sari

Saat tiba di Dusun Bedalo, kami berhenti lagi untuk mengisi bahan bakar motor yang telah mendekati garis merah. Di situlah kami merasa lega karena ternyata kami tidak tersesat, jalan yang kami lalui memang benar adanya. "Nek arep nang pantai dalane bener o lewat kene, meng jeh sak jam neh Mbak," jawab Sunarmi kepada kami saat diwawancarai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kami menghela nafas, perjalanan masih panjang rupanya. Kami menyalakan motor kami dan melanjutkan perjalanan. Tak lama, kami melihat plang ‘Pantai Ngedan’. Saya yang saat itu mengendarai motor langsung mengerem, kami berhenti. Setelah melihat plang jalan tersebut saya berdiskusi dengan teman perjalanan saya, bagaimana jika kami ke pantai itu saja. Dan teman saya menyetujuinya. Akhirnya kami membelokkan motor kami menuju Pantai Ngedan. 

img_title Jogjabike, Pertama di Indonesia Jadi Destinasi Baru Malioboro

Berubah haluan memang, dari yang awalnya ingin menuju Pantai Indrayanti, tetapi malah menuju pantai Ngedan. Faktor fisik kami yang mulai lelah yang membuat kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Pantai Indrayanti yang kiranya masih jauh. 

Masih jalanan beraspal yang kami lalui. Ditemani rimbunan pohon-pohon di kanan dan kiri jalanan. Tak terasa kami tiba di depan pos retribusi pantai Ngedan. Kami mengucap syukur karena bisa sampai disini. Setelah membayar biaya sebesar Rp7000, kami melanjutkan perjalanan sekitar 2 kilometer lagi untuk bisa tiba di Pantai Ngedan.

img_title Menikmati Keindahan Alam Sambil Uji Adrenalin di Pantai Timang

Kami mulai memasuki kawasan hutan dengan jalan setapak yang membuat bulu kuduk berdiri bila melewati jalan ini pada malam hari. Tak ada penerangan disepanjang jalan yang kami lalui ini. Sungguh membuat perjalanan menjadi mencekam. Jalannya pun sangat kecil, hanya cukup untuk satu motor saja, bila ada motor yang kebetulan lewat terpaksa salah satu dari motor tersebut harus mengalah.

‘Pantai Ngedan 200 meter’, plang tersebut membuat hari menjerit kegirangan. Akhirnya sampailah kami ditempat tujuan, yang walaupun bukan tujuan utama kami. Tiba di parkiran motor kami membawa perlengkapan kami menuju warung-warung didekat pantai, bukan didekat bibir pantai karena untuk bisa sampai ke bibir pantai kami harus melewati tangga-tangga yang lumayan banyak jumlahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut