Prabowo Perintahkan Produksi Etanol Massal
VIVA - Pemerintah tengah menyiapkan penerapan biofuel B50 pada 2026 dengan mengalihkan sekitar 5,3 juta ton CPO dari ekspor untuk dijadikan bahan bakar nabati pengganti solar. Langkah ini diharapkan mampu menghemat devisa, menekan impor, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pengendali harga CPO dunia, mengingat hampir 60% produksi global berasal dari dalam negeri. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mempercepat produksi etanol dalam negeri, termasuk pengembangan proyek bioetanol di Merauke yang ditargetkan rampung pada 2027. Hal ini berkaitan dengan rencana pemerintah yang akan menggunakan etanol sebagai campuran dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin sebanyak 10% atau E10. Pemerintah juga mendorong penanaman tebu, ubi kayu, dan singkong sebagai bahan baku etanol dalam rangka mendukung rencana penggunaan E10 serta mewujudkan kemandirian energi hijau nasional.Â