DPR Kritik Keras Menhut, Desak Mundur Soal Bencana Sumatra

VIVA - Dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Kamis, 4 Desember 2025, Anggota Komisi IV dari Fraksi PKS, Rahmat Saleh, menyampaikan kritik tajam terkait penanganan bencana di Sumatra. Ia menegaskan bahwa setiap nyawa sangat berharga, sementara jumlah korban jiwa telah mendekati 765 orang dan sekitar 650 lainnya masih dinyatakan hilang hingga sehari sebelumnya. Rahmat kemudian menyinggung contoh dari Filipina, ketika pada 18 November, dua menteri dalam kabinet Presiden Ferdinand Marcos memilih mengundurkan diri karena merasa tidak mampu menangani bencana banjir di negara tersebut. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan sikap kesatria dan bentuk tanggung jawab moral. Ia menyatakan bahwa hal serupa tidak mustahil terjadi di Indonesia. Bila seorang menteri merasa tidak mampu menangani persoalan sebesar ini, kata Rahmat, mundur dari jabatan justru bisa menjadi tindakan terhormat demi kepentingan publik. Pernyataannya disampaikan secara terbuka dalam forum resmi sebagai bentuk dorongan agar pemerintah menunjukkan tanggung jawab penuh atas bencana banjir dan longsor yang telah menelan ratusan korban jiwa di Sumatra.