Gibran Dihina, Mahfud MD Angkat Kisah Gus Dur Tak Mudah Tersinggung

VIVA - Kasus komika Pandji Pragiwaksono yang dilaporkan ke sejumlah kepolisian atas dugaan penistaan dan penghinaan agama berkaitan dengan materi stand up comedy bertajuk Mens Rea turut menarik perhatian mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Menurutnya perkara tersebut sulit untuk ditindaklanjuti secara hukum. Materi komedi Pandji dinilai tidak memenuhi unsur penodaan agama sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Mahfud MD mengangkat kisah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika dirinya kerap dijadikan bahan lawakan, bahkan saat masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dia menyebut, saat itu justru Gus Dur tidak merasa tersinggung sama sekali, meskipun banyak pihak di luar justru marah. Selain dugaan penistaan agama, Pandji juga disorot karena diduga menghina Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, setelah menyebut sang Wapres terlihat mengantuk. Menurut Mahfud MD, pernyataan semacam itu tidak dapat dikategorikan sebagai penghinaan. “Kalau dibilang ‘maaf, kelihatannya mengantuk’, itu penghinaan apa, tidak bisa dianalogikan. Gus Dur yang jelas-jelas dianalogikan orang buta saja tidak merasa dihina,” jelas Mahfud.