Dengan Suara Bergetar, Tangis Ibu Radit Pecah di DPR
VIVA - Makiyati, ibu dari terdakwa Radiet Adiansyah alias Radit dalam perkara kematian mahasiswi di Pantai Nipah, Lombok Utara, tak mampu membendung air mata saat meminta perhatian Komisi III DPR terhadap kasus yang menjerat putranya. Dengan suara bergetar, ia memohon bantuan karena yakin Radit bukan pelaku. Ia menyampaikan bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana dan berharap ada keadilan bagi anaknya. “Saya orang tidak punya, Pak. Saya mohon, anak saya bukan pelaku,” ujar Makiyati. Makiyati menuturkan, Radit merupakan mahasiswa di Universitas Mataram yang menempuh pendidikan melalui jalur beasiswa serta memiliki catatan akademik yang baik. Ia juga mengungkapkan bahwa sempat menerima kabar anaknya menjadi korban pembegalan hingga harus dirawat di rumah sakit. Namun, tidak lama berselang, Radit justru ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Menurut pengakuannya, Radit bahkan disebut pernah diminta mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya tanpa pendampingan penasihat hukum. Dalam rapat dengar pendapat umum, kuasa hukum Radit, Hotman Paris Hutapea, menegaskan bahwa konstruksi dakwaan yang disusun jaksa terhadap kliennya dinilai tidak selaras dengan logika hukum dan patut dipertanyakan.