Purbaya Effect: Mengubah Perasaan Menjadi Kenyataan
- Tangkapan layar tvOne
Puncaknya terjadi pada 9 Oktober 2025, ketika IHSG mencetak rekor baru di level 8.272 poin, menandai titik tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia dan efek dari “Purbaya Effect”, contoh konkret bagaimana kebijakan berbasis sinyal dapat mengubah persepsi menjadi aksi nyata di pasar keuangan.
Kekuatan Sinyal dan Psikologi Pasar
Signaling Theory bekerja karena pasar tidak hanya bereaksi terhadap data, tetapi terhadap makna di balik data itu. Sebuah kebijakan yang disertai komunikasi yang jelas, konsisten, dan kredibel akan menciptakan keyakinan kolektif. Ketika pemerintah mengirimkan sinyal positif, misalnya, tentang kestabilan ekonomi dan keuangan, penurunan suku bunga, atau dorongan investasi, pelaku pasar akan menyesuaikan perilaku mereka bahkan sebelum kebijakan dijalankan sepenuhnya. Inilah kekuatan sinyal, ia menggerakkan ekspektasi, dan ekspektasi
menggerakkan tindakan. Dan ketika tindakan kolektif bergerak ke arah yang sama, kenyataan
dinamika ekonomi, keuangan hingga kondisi pasar tercipta.
Kinerja Ekonomi dari Sinyal Positif
Kebijakan Rp 200 triliun bukan hanya soal besarnya angka, melainkan soal komunikasi dan kredibilitas. Sinyal yang dikirim oleh Menteri Keuangan membangun keyakinan bahwa sektor perbankan Indonesia solid, pemerintah siap menopang likuiditas, dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Dari titik itu, sentimen pasar berubah, dari kehati-hatian menjadi kepercayaan, dari stagnasi menjadi ekspansi. Perbankan meningkatkan kredit, dunia usaha memperluas produksi, dan investor domestik maupun asing melihat Indonesia sebagai pasar yang stabil dengan prospek jangka panjang. Kekuatan psikologis sinyal inilah yang menjadi fondasi penguatan pasar modal
hingga menembus level tertingginya.
“Sinyal yang kredibel mampu menggerakkan kepercayaan, dan kepercayaan yang kuat mampu mengubah perasaan menjadi kenyataan pasar.”
— Dr. Lucky Bayu Purnomo
Mengubah Persepsi Menjadi Kenyataan
Dari perspektif teori ekonomi, sinyal yang konsisten dan kredibel mampu menciptakan selffulfilling prophecy, ramalan yang menjadi kenyataan karena banyak pihak mempercayainya. Ketika kepercayaan tumbuh, likuiditas bergerak, konsumsi meningkat, dan investasi mengalir. Maka benar adanya, dalam pasar modern, kata-kata yang tepat dapat bernilai triliunan rupiah.
Lebih jauh, Kebijakan publik dapat menjadi bentuk komunikasi ekonomi yang sangat efektif dan efisien, selama pesan yang dikirimkan jelas dan dipercaya. Dengan demikian, Inilah esensi dari Signaling Theory dalam praktik menciptakan kenyataan melalui kepercayaan. Teori Sinyal membuktikan bahwa ekonomi bukan sekadar angka dan grafik, melainkan sistem sosial yang digerakkan oleh persepsi, ekspektasi, dan kepercayaan.