Adu Kuat Narasi 'Sepuluh Hari' AS Vs Iran

Serangan Israel dibantu AS ke Iran
Sumber :
  • ANTARA/X

Kendati demikian, Wendt memiliki konsep “Hobbesian Culture” –budaya musuh. Di mana kedua pihak saling menganggap lawan sebagai ancaman eksistensial. Dalam adu narasi sepuluh hari tersebut, keduanya bisa kalah. Pertama, jika tenggat waktu berlalu tanpa solusi diplomatik yang berarti dan hanya memperparah kebencian, maka keduanya sama-sama kalah karean mereka terjebak dalam struktur anarki yang merusak tatanan global –di mana keamanan satu pihak selalu berarti ancaman bagi pihak lain “security dilemma”.

img_title Mehrdad Akhlaqi Ketabchi Jadi Menteri Pertahanan Baru Iran, Langsung Peringatkan Trump

Kedua, Wendt menekankan bahwa dalam perang narasi, kemungkinan besar pemenang sejatinya adalah “konflik” itu sendiri. Karena narasi agresif kedua belah pihak justru semakin mengokohkan identitas mereka sebagai “musuh abadi”, yang membuat perdamaian jangka panjang menjadi semakin mustahil untuk dikonstruksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga, jika perang militer benar-benar terjadi, Alexander Wendt tidak akan melihatnya hanya  sebagai tabrakan dua kekuatan fisik –jet tempur vs rudal, melainkan sebagai kegagalan total dalam proses rekonstruksi perdamaian dunia. Artinya perang militer adalah bukti bahwa anarki adalah apa yang dibuat oleh Negara “anarchy is what states make of it”. Dalam kasus ini, AS telah menjatuhkan pilihannya untuk menciptakan ”anarki” yang berdarah, sementara Iran secara otomatis akan membalas dengan cara yang sama. Dan pada akhirnya, pemenangnya adalah “rudal” yang ditembakkan sebagai kata-kata terakhir dari sebuah diplomasi yang gagal.

img_title Trump Kembali Disorot karena Retorika soal Muslim, Kini Ejek Nama 'Mohammad'
Ilustrasi kapal di Selat Hormuz

Jika Perang Kembali Pecah, Garda Revolusi akan Targetkan Kabel Internet di Selat Hormuz

Target serangan baru Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diungkap jika perang berlanjut yakni kabel-kabel internet bawah laut utama yang melintasi Selat Hormuz.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut