Jenazah Ahli Duha Harum Tanpa Parfum

Ilustrasi
Sumber :
  • vstory

VIVA – Aroma harum dari jenazah yang sudah dimandikan tentu sudah biasa. Tapi, berbeda dengan jenazah Priyanto (80). Sebelum dimandikan atau diberi parfum, jenazahnya sudah menebar bau harum yang semerbak. Kekaguman warga pun semakin kuat pada pria yang dikenal ahli salat Duha itu.

img_title Mau Rasakan Sensasi Udara Dingin di Puncak Gunung? Tak Perlu Mendaki!

“Assalamuakaikum warahmatullah hiwabaraktu. Telah meninggal dunia Bapak Priyanto. Semoga kepergian almarhum husnul khatimah. Mari kita bersama-sama merawat jenazahnya. Wassalamualaikum warahmatullah hiwabarakatuh,”. Begitu gema suara pengeras masjid di daerah Pondok Labuh,Jakarta,Jumat,(18/04) 2014 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sontak, informasi itu mengagetkan para warga. Tak lama, warga dan keluarganya berduyun-duyun mendatangi rumah duka di Jalan H Rahmat I, Banggo Raya Pondok Labu, Jakarta.”Dia orang yang baik, kami merasa sangat kehilangan,” ucap salah satu peziarah.

img_title Beda Parfum Extrait dengan Body Mist: Mana yang Lebih Tahan Lama dan Cocok untuk Aktivitas Sehari-hari?

Memang, ia meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RS JMC Pasar Minggu,Jakarta Selatan akibat serangan jantung. Syangrul (35), putra ketiganya mengisahkan, orangtuanya memang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Beliau merupakan imam dan teladan kami. Kami semua merasa sangat kehilangan,” ucapnya sambil tertunduk. “ Kami semua sangat menghargai keberadaan Bapak semasa hidupnya,” imbuhnya.

img_title Kenapa Pilihan Aroma Bisa Mencerminkan Karakter Seseorang?

Seperti layaknya orang yang meninggal, keluarga, tetangga dan kerabat dengan sigap menyiapkan perlengkapan pengurusan jenazah, mulai dari alat memandikan, kafan dan lain sebagainya.

Begitu pun dengan jenazah almarhum Priyanto, prosesi memandikan jenazah pun dipercepat. Tapi, baru saja jenazah itu akan diangkat untuk dimandikan, keanehan muncul. “Ya Allah, baunya kok sudah harum begini ya,” gumam salah satu warga.

“Iya benar, padahal belum dimandikan dan diberi parfum,” sahut yang lain. “Ini tandanya orang baik, semua orang sedih, mendoakan dan mengaguminya,” seru yang lain lagi menguatkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahap demi tahap prosesi pemandian jenazah hingga mengafani. Waktu pun terus berlalu, aroma harum semakin merebak. Bukan hanya harumnya, lama kelamaan jumlah warga yang datang untuk takziyah dan mendoakan juga semakin banyak.

Tentu saja kejadian aneh itu mengundang decak kagum warga. Mereka pun mengaitkannya dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukan almarhum. Ternyata benar, dari kesaksian warga, almarhum memang sosok yang berarti bagi mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut