Berkah Datang dari Keikhlasan

mazkit
Sumber :
  • vstory

Tak lama kemudian dia pun pamit dan bilang kalau mau mencari tambahan lagi untuk menggenapi 4 juta.

img_title Kurangi Sampah Plastik Tak Harus Dimulai dari Hal Besar, 7 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Dicoba

Dua hari berikutnya teman saya tersebut datang lagi ke rumah saya dan bercerita bahwa dia sudah melunasi utang yang 5 juta dan mau mengembalikan uang yang dia pinjam pada saya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sontak saya kaget cepat sekali dia mengembalikan uang tersebut. Kemudian dengan rasa penasaran , saya pun kembali bertanya” loh udah ada duitnya bro”

img_title Tak Terkait PT KAI, KPK Sebut Bobby Rasyidin Kooperatif

Dia menjawab” iya bro Alhamdulillah ada rejeki”

Karena penasaran, saya pun bertanya lagi ” rejeki gimana nih, ceritakan bro”

img_title Final Round Mandalika Racing Series 2026 Dimulai, Pertamina Perkuat Dukungan bagi Pembalap Muda Indonesia

Lalu dia pun bercertita:

Bahwa sepulang dari tempatku dia pulang ke rumah untuk menemui istrinya dengan niat ingin memberitahu bahwa sudah ada dapat pinjaman uang.

Selang beberapa menit ada tamu ke rumahnya, dengan maksud untuk meminjam uang sejumlah 1,5 juta untuk biaya berobat orang tua dan saudaranya yang sedang kritis di rumah sakit.

Karena merasa kasihan, dengan rasa ikhlas teman saya tersebut langsung saja memberikan uang 1,5 jt yang tujuannya mau digunakan untuk membayar utang pada juragan durian pun masih kurang 3,5 juta.

Setelah sang tamu pergi teman saya dan isterinya pun mulai tambah bingung karena uang yang tadinya 1,5 juta dan belum lagi mencari tambahan 3,5 juta malah sekarang sudah dipinjamkan. Artinya mereka harus mencari lagi sejumlah 5 juta dalam waktu satu malam.

Di tengah kebingungan itu, tiba-tiba ada seseorang yang mengetok pintu rumah mereka. Lalu mereka membukakan pintu dan melihat sosok seorang layaknya bos besar dengan penampilan yang sangat berwibawa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian mereka bertanya siapa dan ada maksud apa, orang tersebut menjelaskan bahwa dia ingin menawakan kerjasama untuk menjual sate dan siap memberikan modal untuk membuatkan warung makan sate untuk temen saya.

Teman saya pun heran, usut punya usut ternyata sang penjual sate (teman saya) tersebut pernah menolong anak kecil yang menangis dan meminta sate di depan tempat teman saya berjualan dan kemudian teman saya memberikan sate kepada anak kecil tersebut tanpa meminta bayaran, dan ternyata orang yang datang ke rumahnya merupakan anak yang pernah ditolong oleh teman saya tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut