Bijak Menyikapi Keselamatan Warga, Kepanikan dan Hoaks Covid-19

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin
Sumber :
  • ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

VIVA – Mencekam, begitu gambaran yang bisa dirasakan dalam berbagai obrolan publik, menyusul situasi pandemik yang terjadi hampir sebulan terakhir. Kata yang menggambarkan ketakutan berlebihan ini juga kerap terlontar akhir-akhir ini, bersamaan status darurat yang ditetapkan pemerintah akibat lonjakan kasus covid-19 beberapa pekan terakhir.

Dalam beberapa grup whatssap yang penulis ikuti di dua daerah berbeda, hampir tiap hari muncul isi obrolan tentang berita kematian. Jumlahnya bisa 3-4 kali dalam sehari, dan sebagian besar dibarengi informasi pengobatan dan protokol Covid-19 pada kasus kematiannya. Sebagian yang wafat, juga masih dalam satu keluarga atau sepasang suami-siteri.

Lebih memprihatinkan juga, didapati informasi lonjakan pasien terkonfirmasi Covid-19 dimana-mana, dan harus ditangani rumah sakit. Mirisnya, kondisi pasien kurang tertangani di ruang khusus ICU Screening, karena memang jumlahnya sangat membeludak.

Pihak rumah sakit rata-rata sudah tidak bisa menampung sebenarnya. Akan tetapi, tidak serta merta bisa menolak karena menjadi hak pasien untuk bisa mendapatkan pelayanan dan penanganan medis.

Shelter pasien khusus yang tidak lagi memadai, mengharuskan para pasien ini ditangani di tempat seadanya, bahkan sampai teras ruang atau lorong rumah sakit.

Prihatin kondisi mencekam ini, seperti juga yang dialami Heru Totok (52), yang kebetulan harus banyak di berada di rumah swasta di Kota Malang, karena harus menunggui ibunda.

Dalam masa PPKM Darurat sejak 3 Juli 2021, pemandangan hilir mudik ambulans didapatinya masuk dan keluar kompleks rumah sakit ini. Heru Totok sendiri sempat beberapa waktu menjadi tenaga relawan Satgas Covid-19 di wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.