Proses Mencapai Aktualisasi Diri
- vstory
VIVA – Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tingkatan kebutuhan dalam hidup, kita dapat merasakan, melihat dan menemukan berbagai karakteristik individu. Ada orang yang terobsesi mengumpulkan banyak uang, emas,berlian,properti, atau mengejar jaminan perlindungan dan rasa aman di dalam kehidupan, ada juga sebahagian orang lain santai-santai saja dalam hal itu.
Ada yang sibuk mencari simpati dan ketenaran, ada yang low profile, lemah lembut dan penuh penerimaan terhadap orang lain. Ada yang aktif menyalurkan hobi, ada pula yang gelisah karena tidak dapat mengembangkan diri secara maksimal.
Hal itu sangat wajar karena manusia adalah individu yang unik dan memiliki karakteristik bervariasi antara satu dengan lainnya, mengingatkan kita pada teori hierarki kebutuhan dari Maslow sebagai berikut :
1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan ini meliputi makanan, air, oksigen, suhu tubuh teratur, dan sebagainya. Yang sangat penting untuk kelangsungan hidup, sehingga paling kuat di antara kebutuhan lainnya. Inilah satu-satunya kebutuhan yang dapat dipuaskan sedemikian rupa, sehingga seseorang dapat sangat puas, meski kebutuhan ini muncul berulang-ulang.
Mereka yang kelaparan, sangat sedikit peluangnya mendapatkan makanan (karena miskin atau dalam keadaan tidak makan berhari-hari) akan didominasi kebutuhan ini dan tidak sempat memikirkan kebutuhan lainnya.
Pada orang berkecukupan, yang mereka pikirkan bukan sekadar adanya makan, melainkan soal selera. Bila yang kesulitan mendapatkan makanan bertanya, “Hari ini bisa makan atau tidak”, yang berkecukupan, “Mau makan apa sekarang?”
2. Kebutuhan Rasa Aman
Kebutuhan ini meliputi keamanan fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan, bebas dari ancaman (sakit, ketakutan, kecemasan, bahaya, dan keadaan chaos). Selain itu juga kebutuhan akan hukum, keteraturan, dan struktur. Berbeda dengan kebutuhan fisiologis, kebutuhan ini tidak dapat terlalu dipuaskan tidak ada orang merasa sangat aman.
Dalam situasi ketidakpastian, misalnya dalam situasi chaos saat kondisi politik memanas, saat ada isu tsunami, dsb, kita berusaha sebanyak mungkin memiliki jaminan, perlindungan, dan ketertiban.
Pada anak-anak, kebutuhan rasa aman ini sangat tinggi karena mereka dapat merasa terancam oleh berbagai situasi lingkungan: ruang gelap, binatang, hukuman dari orangtua dan guru, dsb.