Merintis Bisnis Dropship
- vstory
Buat perbandingan beberapa supplier dari segi kredibilitas, kebijakan perdagangan, dan kualitas produk yang ditawarkan.
Pastikan supplier tidak memberi risiko jangka panjang bagi bisnis Anda. Anda pun harus meyakinkan supplier jika Anda bisa menjadi mitra bisnis yang hebat. Bisa dibilang, relasi antara Anda dan supplier harus saling menguntungkan.
2. Menentukan Nama Domain
Mengetahui produk yang akan dijual adalah hal yang penting. Mengarahkan konsumen agar bisa menemukan produk yang dijual juga tak kalah penting.
Oleh karena itu, pastikan konsumen tahu di mana mereka bisa membeli produk yang Anda jual. Setiap toko pasti membutuhkan alamat. Sama halnya dengan bisnis online yang membutuhkan alamat dalam bentuk nama domain.
Buatlah nama domain yang mudah diingat dan relevan dengan target konsumen. Nama inilah yang akan diketik konsumen di kolom browser setiap kali mereka ingin membeli produk Anda.
3. Membuat Toko Online
Setelah memilih nama domain, langkah selanjutnya adalah membuat toko online.
Toko online dapat dibuat dengan menggunakan WordPress. Untuk dapat di gunakan, Anda harus menginstallnya terlebih dulu. Pilih WordPress auto installer. Tool ini akan menginstall WordPress secara otomatis.
Setelah berhasil membuat website WordPress, install plugin WooCommerce. Plugin ini akan memudahkan Anda dalam pembuatan toko online.
Terakhir, setelah semuanya berhasil diinstall, tambahkan produk dan mulailah mendesain toko online Anda.
4. Menetapkan Rincian
Menambahkan produk ke toko online bukanlah sesuatu yang mudah. Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan.