Menghadirkan Hak Mendapatkan Pendidikan bagi Semua Anak

Umi Qodarsasi bersama anak-anak didik (Dok.Pribadi)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Umi Qodarsasi merupakan salah satu alumni Bakrie Graduate Fellowship yang berprestasi. Ia menyelesaikan pendidikan magisternya di Universitas Gadjah Mada dengan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional.

img_title 2 Pekan Sembunyi di Padepokan, Dwi Bagus Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Ganti Nama jadi Amanullah

Ia menjadi salah satu dari 10 awardee Bakrie Center Foundation di tahun 2014. Saat ini, Umi mengajar di IAIN Kudus untuk Prodi Pemikiran Politik. Tak hanya mengajar, Umi pun aktif dalam berbagai penelitian, kegiatan masyarakat, serta mengikuti beberapa kegiatan sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan sosial yang ia tekuni saat ini yaitu menggagas Gerakan Tunas Bangsa (Tuntun Anak Bangsa, Bantu Gapai Asa dan Beasiswa)dan Kelas Inspirasi Kudus (KI Kudus).

img_title Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan soal Viral Video Penculikan Anak di Banyumas

Kedua komunitas tersebut lahir dari pengalamannya ketika bergabung dengan Gerakan Indonesia Mengajar saat bertugas di teras utara Indonesia, yaitu Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Saat itu, ia mengabdi selama satu tahun di Pulau Beeng Darat.

Selepas menyelesaikan pendidikan magister, Umi memutuskan pulang kampung ke Kudus untuk membangun kampung halamannya. Ia mulai menjalin jejaring dengan beberapa alumni Gerakan Indonesia Mengajar, kebetulan beberapa diantaranya asli Kudus.

img_title Bergaji Rp9 Juta Sehari, Dwi Bagus yang Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Punya Keahlian Langka

Secara bersama-sama, Umi dan beberapa alumni Gerakan Indonesia Mengajar asal Kudus, mendirikan Gerakan Tunas Bangsa. Gerakan Tunas Bangsa merupakan gerakan sosial yang mendorong para remaja untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Kenyataannya, banyak remaja yang mempunyai potensi besar dan semangat tinggi belajar namun banyak yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena kendala biaya, minimnya informasi beasiswa, maupun kurangnya dukungan dari keluarga.

“Melalui Gerakan Tunas Bangsa kami mencoba untuk menyediakan wadah bagi mereka untuk mendapatkan mentoring agar siang untuk melangkah menuju perguruan tinggi yang mereka impikan,” jelasnya melalui pesan singkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain membentuk hubungan mentor dan mentee untuk proses mentoring Gerakan Tunas Bangsa juga memberikan bantuan pendidikan. Bantuan ini diberikan oleh donatur. Donatur di sini bukan hanya memberikan bantuan uang saja, tetapi juga turut menjadi mentor bagi adik-adik mentee.

Setiap donatur memberikan donasi berupa materi sebesar Rp. 100.000/ bulan selama satu tahun yang dapat disalurkan melalui rekening yang telah dirujuk. Selama satu tahun pelajaran sebesar Rp 1.200.000 akan diberikan kepada Mentee Gerakan Tunas Bangsa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut