Menghindari Risiko dalam Pengambilan Keputusan
- vstory
VIVA – Pernahkan Anda merasa gelisah lantaran dihadapkan dengan beragam bentuk permasalahan? Biasanya, hal tersebut menuntut Anda untuk dapat mencari jalan keluarnya. Namun, untuk menemukan suatu pemecah masalah, haruslah terlebih dahulu melewati berbagai macam proses supaya dapat membentuk keputusan.
Proses yang telah dilalui tersebut merupakan suatu hal yang pasti akan dialami ketika sedang ditimpa masalah. Dengan begitu, cara dan sikap seseorang akan menentukan kehidupan selanjutnya atas dasar pola dan strategi yang diterapkan. Sebab, permasalahan yang datang akan mengubah manusia dari prosesnya tersebut sehingga alternatif penyelesaian dihasilkan dalam bentuk keputusan.
Pada dasarnya, mengambil keputusan bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi ketika sedang berada di tengah situasi yang rumit. Biasanya seseorang dapat mudah terjebak, bahkan hampir tidak mampu untuk berfikir solusi yang dapat mengantarkan pada keputusan terbaik. Seseorang dapat mencapai kesuksesan, dapat pula kegagalan.
Dengan begitu, ketika seseorang sedang berada pada proses pengambilan keputusan haruslah mengetahui terlebih dahulu makna dan tujuan dari keputusan yang diambil, supaya tidak menjerumuskan pada suatu hal yang tidak diinginkan.
Menurut Mc. Farland, keputusan adalah suatu tindakan memilih ketika seseorang pemimpin menentukan suatu kesimpulan mengenai suatu hal yang harus atau tidak dilakukan dalam situasi tertentu. Walaupun begitu, setiap orang akan selalu dihadapkan pada situasi tersebut mulai dari organisasi, kelompok, ataupun individu.
Sebab, perilaku yang selama ini dilakukan manusia merupakan hasil dari keputusan yang telah dibuat seseorang. Oleh karena itu, setiap hasil dari sebuah keputusan akan menginterpretasikan dari yang membuat keputusan. Dengan begitu, peran dari keputusan ini sangatlah penting bagi setiap peran sehingga terdapat pula konsep dasar dari setiap pengambilan keputusan yang diambil.
1.      Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi
Pada hal ini, keputusan akan dihasilkan dari sebuah intuisi atau perasaan yang bersifat subjektif dengan meyakinkan seseorang. Adanya perasaan tersebut biasanya berbentuk sugesti, pengaruh dari luar, serta faktor kejiwaan internal. Walaupun terdengar tidak realistis pada sebagian orang, tetapi tipe pengambilan keputusan ini memiliki keuntungan tersendiri, di antaranya: