Taipan Orde Baru Kaharuddin Ongko Diburu Satgas BLBI Rp 8 Triliun

Menkopolhukam, Mahfud MD saat acara seremoni penguasaaan aset Eks BLBI
Menkopolhukam, Mahfud MD saat acara seremoni penguasaaan aset Eks BLBI
Sumber :
  • vstory

VIVA - Kaharudin Ongko sempat membuat kinerja Bank Umum Nasional (BUN) bersinar pada era 1980-an. Namun, ia dan BUN tumbang diterjang krisis moneter dan penyelewengan dana BLBI.

Kini, ia diketahui memiliki utang hingga Rp 8,2 triliun pada bank penerima BLBI tersebut, juga pada Bank Arya Panudarta.

Dalam penanganan kasus BLBI ini menimbulkan beberapa catatan penting:

1. Satgas BLBI menagih obligor BLBI Rp 8 Triliun kenyataannya tanah dan aset yang efektif dieksekusi hanya Rp 100 miliar. Bila terus begini, sampai tahun 2024 tidak bisa ketemu jalan.

2. Dengan diumumkan pemerintah secara media massa kesannya adalah pemerintah tidak pro pengusaha. Mereka itu default atau gagal bayar karena bunga bank saat itu naik 70% per tahun.

Default artinya gagal bayar. Sama dengan kartu kredit Anda macet. Citibank card saja tutup di Indonesia, karena banyaknya nasabah default. Apakah Citibank mengumumkan list penunggak? Kan tidak. Itu perkara perdata.

3. Keduanya Mahfud MD adalah ahli hukum tata negara bukan berarti ahli perdata, dengan Sri Mulyani ahli ekonomi makro, ekonomi pembangunan. Bukan ahli ekonomi perusahaan.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.