UMKM dan Naik Kelas

UMKM makanan yang terdampak Covid-19
UMKM makanan yang terdampak Covid-19
Sumber :
  • vstory

Agar UMKM bisa berkembang dan naik kelas maka perhatian pemerintah ke sektor usaha ini perlu adanya. Mengingat UMKM menjadi salah satu pelaku ekonomi yang menopang perekonomian penting di tengah tantangan global dan pandemi Covid-19. Perannya terhadap penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai sekitar 90 persen dan kontribusinya terhadap PDB yang mencapai 60 persen. Selain itu data pada tahun 2019 menggambarkan bahwa peran UMKM terhadap perekonomian Indonesia mencapai sekitar Rp 8.000 triliun.

Penguatan UMKM untuk bisa naik kelas dapat dilakukan dengan penguatan infrastruktur digital dan akses terhadap permodalan yang mudah serta tepat sasaran. Walaupun pemerintah melakukan berbagai stimulus bantuan bagi UMKM untuk memecahkan permasalahan UMKM terdampak Covid-19, tetapi hasilnya belum begitu terasa.

Masih diperlukan dukungan dan komitmen pemerintah dan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk memberikan pendampingan bagi para pelaku UMKM. Untuk dapat bertahan dari krisis yang ada UMKM perlu peningkatan pada lingkungan internalnya seperti modal, sumber daya manusia (SDM) dan adopsi teknologi.

Digitalisasi merupakan suatu hal yang harus dilakukan, karena dalam masa pembatasan ini para UMKM membutuhkan bantuan teknologi untuk tetap menunjang pengembangan kegiatan operasional usaha Sistem informasi digital saat ini menjadi “alat” yang penting bagi UMKM dalam mendukung operasional usahanya secara efektif, terutama pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Saat ini UMKM perlu memandang sistem informasi bukan hanya sebatas alat pendukung saja (support system) namun lebih dari itu yaitu menjadi bagian dari perencanaan strategi UMKM dalam mencapai tujuan agar bisa naik kelas.

Demi mewujudkan UMKM yang naik kelas, berbagai pihak mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta harus terus berkolaborasi mengeluarkan segala inovasi atau terobosan usaha. Penting bagi UMKM untuk bisa meraih '3-G' yaitu Go Modern, Go Digital, dan Go Global.

Pemerintah melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), telah memberikan alokasi anggaran kepada UMKM dan korporasi hingga Rp184,83 triliun. Selain itu, masih ada pemberian insentif usaha dalam bentuk berbagai kemudahan dan pengurangan beban perpajakan yang mencapai Rp58,46 triliun.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mencanangkan program pendampingan terintegrasi pada skema pembiayaan UMKM. Kemitraan atau kolaborasi sangat berperan penting dalam mendukung agar UMKM naik kelas. Di banyak negara dan berdasarkan pengalaman Indonesia, UMKM yang naik kelas adalah mereka yang mau bermitra.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.