Merdeka Belajar dan Tantangan Dunia Pendidikan Pasca Pandemi

Manfaat program Merdeka Belajar dirasakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan.
Manfaat program Merdeka Belajar dirasakan oleh pendidik dan tenaga kependidikan.
Sumber :
  • vstory

Dalam raker dengan Komisi X DPR RI, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbudristek, Suharti juga menyampaikan Laporan Realisasi Anggaran di tahun 2020 sebesar Rp79,6 triliun atau 91,5 persen dari anggaran.

“Realisasi terdiri dari Belanja Pegawai Rp24,25 triliun, terdiri dari gaji dan tunjangan pegawai di pusat dan daerah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN- BH), termasuk Bantuan Tunjangan Profesi Guru yang kita berikan, baik untuk sekolah negeri maupun swasta,” jelas Suharti.

Ia menjelaskan, terdapat Belanja Barang sebesar Rp33,11 triliun yang sebagian besar dialokasikan untuk Bantuan Subsidi Kuota Internet yang ditambahkan dan Bantuan Subsidi Upah untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Non-PNS serta penanganan Covid-19 pada Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di Perguruan Tinggi Negeri (kemdikbud.go.id).

Kemendikbudristek telah melakukan inovasi-inovasi seperti memberikan Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Bantuan Kuota Data Internet, bahkan mendorong program-program bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia

Pencapaian Kemendikbudristek dalam menangani dampak pandemi di sektor pendidikan bukan didapatkan dengan mudah. Ada banyak usaha dan perjuangan, serta dukungan dari berbagai pihak sehingga program demi program yang dicanangkan bisa berhasil sesuai dengan yang diharapkan. (Untung Wahyudi, lulusan UIN Sunan Ampel, Surabaya. Aktif menulis freelance di sejumlah media cetak dan online. Tinggal di Sumenep, Madura)

 

 

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.