Mengenang Jasa Para Guru
- vstory
Saya akui, perjuangan yang harus dihadapi oleh para guru dalam mencerdaskan anak-anak bangsa memang berat dan penuh lika-liku. Ditambah lagi saat guru harus menghadapi perilaku anak-anak didiknya yang sangat beragam dan harus disikapi dengan bijaksana, penuh kesabaran, keikhlasan, dan berusaha bersikap adil terhadap mereka.
Hari Guru Nasional
Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap tanggal 25 November menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah berusaha menghormati dan mengenang jasa para guru. “Bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan” menjadi tema peringatan HGN tahun ini.
Mengutip keterangan di laman gerakinklusi.id, Nadiem Anwar Makarim, selaku Mendikbudristek, telah mengeluarkan pidato yang berkenaan dengan peringatan HGN 2021. Dalam pidatonya tersebut, beliau menjelaskan akan berupaya membantu dan mendukung para pendidik dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan beragam paket kebijakan. Salah satu kebijakan tersebut adalah melaksanakan relaksasi dana BOS sehingga bisa digunakan untuk membayar honor guru non-PNS, guru-guru honorer.
Mendikbudritsek juga berjanji akan meningkatkan kesejahteraan guru dengan menyelenggarakan seleksi guru ASN-PPPK dengan afirmasi bagi pelamar yang telah memiliki sertifikat pendidik, yang berusia lebih dari 35 tahun, penyandang disabilitas, berasal dari THK2 dan aktif mengajar selama paling tidak tiga tahun (gerakinklusi.id).
Akhirnya sebagai masyarakat umum, kita sangat berharap mudah-mudahan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru dapat terlaksana dengan baik tanpa diwarnai kendala berarti. Semoga upaya tersebut dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun dan merata ke berbagai daerah di Indonesia, mengingat masih banyak guru honorer atau GTT yang gajinya sangat kecil sehingga harus terus diperhatikan kesejahteraannya. (Sam Edy Yuswanto, Pengamat Pendidikan, Alumnus STAINU Kebumen)