Permintaan Maaf Setengah Hati

sumber : Tempo
Sumber :
  • vstory

VIVA – Pemerintah Belanda melalui Perdana Menteri Mark Rutte resmi meminta maaf atas kekerasan ekstrem tentara Belanda pada tahun 1945-1950 di Indonesia.

img_title Jadwal SIM Keliling Senin 7 September 2026, Cek Lokasi Lengkapnya

Meskipun sejarawan membantah bahwa Indonesia dijajah selama 350 tahun, namun perhitungan sejumlah sejarawan menegaskan bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 142 tahun, yaitu sejak VOC dibubarkan dan pemerintah Hindia Belanda resmi berkuasa di Nusantara tahun 1800.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permintaan maaf itu dilakukan menyusul hasil penelitian sejarah yang menelan biaya 4,1 juta Euro.

img_title Dr. Tirta Bagikan Tips Cegah Sesak Napas akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Sebelumnya, Raja Belanda Wilem Alexander juga sudah meminta maaf atas kekerasan di tahun 1945-1950  pada tahun 2020 ketika berkunjung di Indonesia.

Mengapa pemerintah Belanda tidak meminta maaf atas penjajahan mereka terhadap rakyat Indonesia selama masa mereka berkuasa dan hanya minta maaf atas kekerasan ekstrem tahun 1945-1950?  Negara kita sudah kenyang atas kekejaman Belanda  selama beratus-ratus tahun.

img_title Imbauan Lengkap Prabowo ke Warga soal Erupsi Gunung Anak Krakatau

Negara kincir angin itu datang dan menjajah Indonesia dengan jalan pertumpahan darah jauh sebelum kurun waktu 1945-1950.

Berapa banyak darah dan nyawa rakyat Indonesia yang tumpah selama kurun waktu kolonialisme secara garis besar dapat dilihat pada perang-perang yang dilakukan oleh Belanda dalam rangka marampas wilayah-wilayah Indonesia.  

Perang Diponegoro atau perang Jawa  yang berlangsung selama lima tahun (1825-1830) diperkirakan menelan korban 200.000 orang di pihak pribumi.

Itu baru satu perang masih banyak perang lain yang memakan korban ratusan ribu jiwa rakyat Indonesia, perang Sisingamangaraja, perang Bonjol, Perang Aceh bahkan berlangsung selama 30 tahun yang memakan korban sekitar 90 ribu orang, belum lagi korban kekejaman Deendles yang membangun jalan sepanjang Anyer–Panurukan tahun 1808-18011 yang menelan korban jiwa tercatat sekitar 24 ribu jiwa.

Masih ada pembantaian brutal dan kekejaman Westerling di Sulawesi Selatan, dan hampir semua wilayah Indonesia mengadakan perlawanan atas penjajahan Belanda.

Sebagai negara yang menjujung tinggi HAM, bahkan pengadilan HAM internasional berpusat di Den Haag Belanda, negara itu wajib meminta maaf dari dulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak Indonesia merdeka di tahun 1945.  Sebagai negara yang terkenal pemaaf, pemerintah Indonesia senang mendapat permintaan maaf resmi dari Belanda.

Tidak seperti Korea yang menuntut permintaan maaf dari Jepang  atas penjajahan yang mereka lakukan di Korea Selatan, Indonesia  tidak pernah menuntut permintaan maaf dari Pemerintah Belanda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut