Pseudo Pendidikan di Masa Pandemi

Sumber: Guru Sunardi
Sumber :
  • vstory

Pada pembelajaran daring, pseudo pendidikan telah terjadi di hampir semua negara. Migrasi kelas tradisional tatap muka ke platform daring yang tiba-tiba akibat pandemik Covid pada awal 2020 telah menciptakan tsunami di dunia pendidikan. Hampir semua negara kelabakan dengan situasi yang tiba-tiba ini.

img_title Gugatan Warga Korban Karhutla Ditolak MK, Ini Alasan Hakim

Bagi negara maju sekelas Singapura mereka pun kelabakan meskipun pada akhirnya cepat menyesuaikan diri. Praktik-praktik Pseudo telah terjadi selama pembelajaran daring yang tentu saja membuat pendidikan berjalan semu. Tidak bisa  dipungkiri, tatap muka dalam kelas tetap memiliki roh pendidikan yang nyata ketimbang di ruang-ruang online. Siswa tetap butuh kehadiran guru. Bahkan siswa banyak yang mengeluh, jika hanya ingin tahu tentang sesuatu maka di Google semua ada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka butuh kehadiran guru dan berinteraksi dengan teman-sekelasnya. Bahkan banyak siswa termasuk juga mahasiswa baru yang belum pernah ketemu secara fisik dangan guru dan dosen selama dua tahun ini.  Efeknya tentu saja dirasakan secara psikologi, tidak ada kedekatan pribadi dan sosial diantara mereka.

img_title Terpopuler: Persib Bikin Geger Asia, Mitchell Baker Disandingkan dengan Lamine Yamal hingga Calon Pengganti Ole Romeny

Mereka kehilangan sosok guru yang bisa memberikan nasihat dan pembinaan karekter, intinya siswa-siswa merasa mereka lebih suka face to face ketimbang menatap layar HP dan laptop.

Beberapa kasus pseudo atau pendidikan semu selama pelajaran daring dua tahun marak menghiasi pemberitaan. Mulai  dari siswa yang bosan dan mencari trik supaya seolah-olah tetap ada di kelas-kelas online, pekerjaan rumah yang dikerjakan oleh orang lain, guru yang hanya memberi tugas tanpa penjelasan yang memadai, dan masih banyak lagi. Masalah-masalah tersebut berpotensi membuat tujuan pendidikan tidak tercapai.

img_title Jokowi Komentari 2 Tahun Prabowo-Gibran: Apakah Mereka Merasakan Manfaatnya

Perlu Blended learning

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat maraknya praktik-praktik pseudo dalam pendidikan selama kelas daring, sudah saatnya semua sekolah menerapkan blended learning, di mana tatap muka tetap berlangsung walaupun tidak seratus persen.

Diharapkan kekosongan psikologi dan interaksi sosial, antar guru dan siswa dan siswa dengan siswa bisa terjadi sehingga proses belajar tercapai.  Covid belum berakhir, WHO belum juga mengumumkan bahwa dunia sudah bebas dari Covid. Yang terjadi justru Covid rajin beranak pinak dan berganti rupa. Dunia pendidikan lah yang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kondisi ini.

Peluncuran TVS Ronin Agonda di Jakarta.

TVS Ronin Agonda Mengaspal, Intip Perbedaan dengan Versi Lain

TVS Motor Company resmi meluncurkan TVS Ronin Agonda di Indonesia. Motor bergaya modern-retro ini hadir dengan tampilan berbeda dari varian Ronin yang sudah lebih dulu

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut